Kenapa Suara Petir Terdengar Setelah Kilatan Petir?

Kenapa Suara Petir Terdengar Setelah Kilatan Petir?
- (Dok. freepik).

Ketika hujan deras disertai petir, ada satu hal yang hampir selalu terjadi. Kita melihat kilatan cahaya terlebih dahulu, kemudian beberapa saat setelahnya baru mendengar suara gemuruh. Semakin jauh lokasi petir, biasanya semakin lama pula jeda antara kilatan dan suara yang terdengar.

Fenomena ini sebenarnya mudah dijelaskan. Cahaya dan suara memiliki kecepatan yang sangat berbeda. Cahaya bergerak jauh lebih cepat dibandingkan gelombang suara, sehingga kilatan petir sampai ke mata kita hampir seketika, sementara suara membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai telinga.

Petir Menghasilkan Cahaya dan Suara

Petir merupakan pelepasan listrik yang sangat besar di atmosfer. Ketika terjadi pelepasan listrik tersebut, energi yang dihasilkan dapat memanaskan udara di sekitarnya dalam waktu yang sangat singkat.

Udara yang terkena panas ekstrem tersebut mengalami pemuaian secara cepat. Pemuaian mendadak inilah yang menghasilkan gelombang tekanan yang kemudian kita dengar sebagai suara petir.

Jadi, suara petir sebenarnya bukan berasal dari kilatan cahaya itu sendiri, melainkan dari perubahan udara yang terjadi akibat energi petir.

Kenapa Kilat Terlihat Lebih Dulu?

Cahaya bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi, sekitar 300.000 kilometer per detik di ruang hampa.

Sementara itu, suara bergerak jauh lebih lambat. Di udara, kecepatan suara berada di kisaran 343 meter per detik pada kondisi suhu tertentu.

Perbedaan yang sangat besar tersebut membuat cahaya petir sampai ke mata hampir bersamaan dengan terjadinya petir, sedangkan suara membutuhkan waktu untuk menempuh jarak dari lokasi petir menuju pendengar.

Itulah alasan kita hampir selalu melihat kilatan terlebih dahulu sebelum mendengar suara gemuruhnya.

Semakin Jauh Petir, Semakin Lama Jeda Suaranya

Jeda antara kilatan dan suara juga bisa digunakan untuk memperkirakan seberapa jauh lokasi petir.

Misalnya, jika kamu melihat kilatan kemudian baru mendengar suara sekitar tiga detik setelahnya, jarak petir secara sederhana dapat diperkirakan sekitar satu kilometer.

Caranya adalah dengan menghitung berapa detik jeda antara kilatan dan suara, kemudian menggunakan perkiraan bahwa suara membutuhkan sekitar tiga detik untuk menempuh jarak satu kilometer.

Namun, perhitungan tersebut hanya merupakan perkiraan karena kecepatan suara dapat dipengaruhi kondisi atmosfer.

Kenapa Suara Petir Bisa Terdengar Menggelegar?

Suara petir tidak selalu terdengar seperti satu suara pendek. Terkadang bunyinya bisa berupa gemuruh panjang yang terdengar beberapa kali.

Hal tersebut dapat terjadi karena sambaran petir memiliki jalur yang panjang dan tidak berbentuk satu titik saja. Suara dari berbagai bagian jalur petir dapat mencapai telinga pada waktu yang sedikit berbeda.

Pantulan suara dari awan, permukaan tanah, atau objek lain juga dapat membuat suara terdengar lebih panjang dan bergema.

Apakah Petir dan Guntur Itu Sama?

Dalam percakapan sehari-hari, istilah petir dan guntur sering digunakan secara bergantian. Namun, keduanya sebenarnya merujuk pada hal yang berbeda.

Petir merupakan fenomena pelepasan listrik di atmosfer yang menghasilkan kilatan cahaya. Sementara itu, guntur adalah suara yang dihasilkan akibat pemanasan dan pemuaian udara secara cepat ketika petir terjadi.

Jadi, ketika melihat kilatan di langit, kamu sebenarnya sedang melihat cahaya dari petir. Beberapa saat kemudian, suara yang terdengar merupakan guntur.

Bisa Tidak Mendengar Petir?

Bisa. Jika lokasi petir sangat jauh, suara yang dihasilkan mungkin tidak terdengar jelas karena energinya semakin melemah ketika merambat melalui udara.

Kondisi lingkungan juga dapat memengaruhi suara yang sampai ke telinga. Bangunan, pepohonan, angin, dan kondisi atmosfer dapat membuat suara terdengar lebih lemah atau berbeda.

Jadi, alasan kilatan petir terlihat sebelum suara guntur terdengar sebenarnya bukan karena petir dan guntur terjadi pada waktu yang berbeda. Keduanya dihasilkan dari peristiwa yang sama, tetapi cahaya bergerak jauh lebih cepat daripada suara.

Itulah sebabnya saat hujan deras berikutnya datang, kamu bisa mencoba menghitung jeda antara kilatan dan suara guntur untuk memperkirakan seberapa jauh lokasi petir tersebut.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE