Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Media Dunia: "Sepak Bola Kehilangan Sebagian Jiwanya"
JAKARTA, GENVOICE.ID - Keputusan Lionel Messi untuk pensiun dari Timnas Argentina langsung menjadi perhatian besar media olahraga dunia.
Setelah lebih dari dua dekade mengenakan seragam Albiceleste, sang kapten akhirnya memilih mengakhiri perjalanan internasionalnya. Messi mengumumkan keputusan tersebut melalui surat yang diunggah di media sosial pada Senin (31/8/2026). Dalam pesannya, ia mengakui bahwa keputusan tersebut menyakitkan, tetapi merasa waktunya telah tiba untuk memberikan kesempatan kepada generasi baru.
Pengumuman itu kemudian memunculkan berbagai reaksi dari media di Argentina, Spanyol, Italia, Prancis, Inggris, Jerman, hingga India. Hampir semuanya menggambarkan keputusan tersebut sebagai berakhirnya salah satu era terbesar dalam sejarah sepak bola.
Olé Sebut Warisan Messi Tak Tertandingi
Media Argentina Olé menyebut 31 Agustus 2026 sebagai hari bersejarah yang akan selalu dikenang di Argentina.
Olé menyoroti pernyataan Messi bahwa ia telah memberikan seluruh kemampuannya untuk tim nasional. Bagi media tersebut, kalimat itu menjadi penutup perjalanan panjang Messi bersama Albiceleste, bukan sekadar pengumuman pensiun.
Olé juga menyoroti sisi emosional dari surat Messi. Sang pemain menegaskan bahwa dirinya mencintai Timnas Argentina dan akan terus mencintainya, meski nantinya tidak lagi berada di lapangan.
Setelah itu, perhatian mulai diarahkan kepada pertanyaan besar berikutnya: seperti apa Argentina setelah era Messi?
Marca Menyebutnya "Bom Dunia"
Media Spanyol Marca menggambarkan keputusan Messi sebagai sebuah "bom dunia".
Bagi Marca, pensiunnya Messi menjadi akhir resmi dari perjalanan 21 tahun bersama Timnas Argentina. Selama periode tersebut, ia mengumpulkan berbagai gelar sekaligus mencatatkan rekor yang sulit diulang.
Messi meninggalkan Argentina dengan 207 penampilan dan 125 gol, menjadikannya pemain dengan jumlah penampilan sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Albiceleste.
Marca juga menyoroti sejumlah pertanyaan yang kini muncul setelah kepergian Messi, termasuk mengenai kepemimpinan baru Argentina dan masa depan pelatih Lionel Scaloni.
Sementara itu, media Spanyol lainnya, Mundo Deportivo, menyebut Messi sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola dan menggambarkan pensiunnya sebagai sebuah kejutan besar bagi dunia olahraga.
La Gazzetta Soroti Sisi Manusiawi Messi
Media Italia La Gazzetta dello Sport memilih melihat keputusan tersebut dari sisi yang lebih manusiawi.
Pensiunnya Messi digambarkan sebagai keputusan yang menyakitkan tetapi pada akhirnya diperlukan.
Media tersebut menyoroti alasan Messi yang merasa sudah tidak memiliki sesuatu lagi untuk diberikan kepada tim nasional, sementara pemain-pemain muda Argentina mulai bermunculan dan layak mendapatkan kesempatan.
Messi meninggalkan Argentina setelah berhasil membawa negaranya meraih Piala Dunia 2022 dan dua gelar Copa America, masing-masing pada 2021 dan 2024.
L'Equipe: Lebih dari 20 Tahun Bersama Argentina
Media Prancis L'Equipe menyoroti panjangnya perjalanan Messi bersama Timnas Argentina.
Messi mengakhiri karier internasional pada usia 39 tahun setelah lebih dari 20 tahun menjadi bagian dari tim nasional.
Keputusan tersebut semakin terasa emosional karena Messi baru saja melewati periode berat setelah Argentina kalah dari Spanyol di final Piala Dunia 2026.
Namun, L'Equipe juga menekankan bahwa Messi sendiri merasa inilah waktu yang tepat untuk berhenti.
"Sepak Bola Kehilangan Sebagian Jiwanya"
Salah satu reaksi paling emosional datang dari media India The Indian Express.
Mereka menggunakan tajuk yang menggambarkan bahwa "sepak bola kehilangan sebagian dari jiwanya" setelah Messi mengakhiri karier internasional.
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa besar pengaruh Messi terhadap sepak bola dunia. Selama bertahun-tahun, kehadirannya bersama Argentina menjadi salah satu tontonan yang paling dinantikan penggemar.
Kini, panggung internasional harus berjalan tanpa pemain yang selama lebih dari dua dekade menjadi salah satu wajah utama olahraga tersebut.
TNT Sports Argentina Nyaris Tak Kuasa Menahan Tangis
Reaksi emosional juga terlihat dari TNT Sports Argentina.
Mereka memberikan pesan perpisahan kepada Messi dengan menyebut sang kapten sebagai sosok raksasa.
Salah satu analis mereka, Pablo Giralt, bahkan terlihat berusaha menahan tangis ketika membicarakan keputusan Messi untuk meninggalkan Timnas Argentina.
Reaksi tersebut memperlihatkan bahwa kepergian Messi bukan hanya kehilangan seorang pemain, tetapi juga kehilangan sosok yang telah menjadi bagian dari kehidupan sepak bola Argentina selama bertahun-tahun.
The Sun Ingatkan Pensiun Messi pada 2016
Media Inggris The Sun menyoroti bahwa ini bukan pertama kalinya Messi mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional.
Sebelumnya, Messi pernah memutuskan pensiun dari Timnas Argentina pada 2016 setelah Albiceleste kalah dari Chile di final Copa America.
Namun, ia kemudian kembali dan justru menjalani periode paling sukses dalam sejarah karier internasionalnya.
Bedanya, kali ini keputusan Messi dianggap jauh lebih final setelah perjalanan panjangnya bersama Argentina.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!