Profil Francois Letexier, Wasit Kontroversial yang Pimpin Laga Argentina vs Mesir

Profil Francois Letexier, Wasit Kontroversial yang Pimpin Laga Argentina vs Mesir
- (Dok. Facebook).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Nama Francois Letexier menjadi sorotan setelah memimpin pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir. Sejumlah keputusan wasit asal Prancis itu memicu perdebatan karena dinilai menguntungkan Argentina dalam laga yang berakhir dengan kemenangan dramatis 3-2 untuk sang juara bertahan.

Kontroversi muncul setelah Mesir gagal mempertahankan keunggulan dua gol. Tim berjuluk The Pharaohs sempat mencetak gol tambahan melalui Mostafa Zaky Abdulrauf atau Zico, tetapi gol tersebut dianulir setelah Letexier meninjau tayangan VAR. Wasit menilai telah terjadi pelanggaran lebih dahulu yang dilakukan Marwan Attia terhadap Lisandro Martinez sebelum proses gol berlangsung.

Keputusan tersebut memancing reaksi keras dari kubu Mesir. Zico menilai kepemimpinan Letexier tidak adil dan menyebut beberapa keputusan penting merugikan timnya sepanjang pertandingan.

Kekecewaan serupa juga diungkapkan pelatih Mesir, Hossam Hassan. Menurutnya, gol kedua timnya dianulir tanpa alasan yang jelas. Ia juga mempertanyakan tidak ditinjaunya insiden yang melibatkan Mohamed Salah di kotak penalti Argentina, yang dinilai berpotensi menghasilkan tendangan penalti.

Protes Hassan berlanjut hingga laga usai. Pelatih Mesir itu bahkan menerima kartu dari Letexier setelah melayangkan keberatan terhadap kepemimpinan sang pengadil lapangan.

Kontroversi tersebut kembali mengingatkan publik sepak bola Indonesia pada kiprah Letexier dalam pertandingan play-off Olimpiade Paris 2024 antara Timnas Indonesia U-23 melawan Guinea.

Saat itu, wasit berusia 37 tahun tersebut menjadi sasaran kritik setelah memberikan dua hadiah penalti kepada Guinea. Salah satu keputusan yang paling diperdebatkan adalah pelanggaran yang dinilai terjadi di luar kotak penalti, namun tetap berujung pada tendangan dari titik putih.

Pelatih Timnas Indonesia U-23 kala itu, Shin Tae-yong, juga melayangkan protes keras terhadap sejumlah keputusan Letexier. Protes tersebut berujung kartu merah untuk pelatih asal Korea Selatan itu, sementara Indonesia harus mengakhiri perjuangan menuju Olimpiade Paris 2024 setelah kalah dari Guinea.

Francois Letexier lahir di Bédée, Prancis, pada 18 April 1989. Meski baru menjalani debut di Piala Dunia senior pada edisi 2026, ia telah memiliki pengalaman memimpin sejumlah pertandingan bergengsi di level Eropa.

Kariernya sebagai wasit internasional mencakup beberapa laga penting, termasuk final UEFA Super Cup 2023 antara Manchester City dan Sevilla serta final UEFA Europa League musim 2025/2026. Letexier juga dipercaya memimpin partai final Euro 2024 yang mempertemukan Spanyol dan Inggris.

Sebelum bertugas pada pertandingan Argentina melawan Mesir, Letexier telah memimpin dua laga Piala Dunia 2026, yakni Pantai Gading kontra Ekuador serta Cape Verde menghadapi Arab Saudi.

Meski memiliki pengalaman di berbagai kompetisi elite Eropa, sejumlah keputusan kontroversial yang melibatkan Letexier membuat namanya kembali menjadi perbincangan, terutama setelah pertandingan dramatis antara Argentina dan Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE