5 Film Bertema Obsesi yang Penuh Teror Psikologis, Ada "Obsession" yang Sedang Jadi Sorotan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Film "Obsession" tengah menjadi perbincangan setelah mencetak kesuksesan besar di box office. Karya horor psikologis garapan Curry Barker itu menarik perhatian berkat premisnya yang menggabungkan kisah cinta, unsur supranatural, dan teror psikologis dalam satu cerita.
Berawal sebagai film independen dengan anggaran produksi yang relatif kecil, "Obsession" berhasil berkembang menjadi fenomena global. Kisahnya turut mengingatkan bahwa tema obsesi telah lama menjadi inspirasi bagi banyak film dengan pendekatan yang berbeda, mulai dari horor, thriller, hingga drama.
Berikut lima film yang sama-sama mengangkat sisi gelap obsesi.
1. "Obsession" (2026)
Film ini mengikuti kisah Bear, seorang pemuda pendiam yang diam-diam mencintai sahabatnya, Nikki. Demi mendapatkan balasan cinta, ia menggunakan benda supranatural bernama One Wish Willow.
Keinginannya memang terkabul, tetapi cinta Nikki berubah menjadi obsesi yang berbahaya setelah dipengaruhi kekuatan misterius. Dari situlah berbagai kejadian mengerikan mulai menghantui kehidupan mereka dan membuat batas antara kasih sayang serta teror menjadi semakin kabur.
2. "Pearl" (2022)
Berlatar Amerika Serikat pada 1918, "Pearl" mengisahkan perempuan muda yang bermimpi menjadi bintang film agar dapat meninggalkan kehidupan sederhana di sebuah peternakan.
Impian yang terus tertunda, tekanan keluarga, dan kondisi psikologis yang memburuk perlahan mengubah Pearl menjadi sosok yang penuh kekerasan. Film ini menampilkan bagaimana obsesi terhadap ketenaran dapat berkembang menjadi tragedi.
3. "The Substance" (2024)
Film bergenre body horror ini berpusat pada Elisabeth Sparkle, mantan aktris yang berusaha mengembalikan masa kejayaannya setelah kariernya meredup.
Ia mencoba serum misterius yang mampu menciptakan versi dirinya yang lebih muda. Namun, keputusan tersebut justru memicu serangkaian konsekuensi mengerikan yang perlahan menghancurkan tubuh dan kehidupannya sendiri.
4. "Ingrid Goes West" (2017)
Berbeda dengan film horor pada umumnya, "Ingrid Goes West" mengangkat fenomena obsesi terhadap media sosial melalui balutan komedi hitam.
Tokoh utamanya, Ingrid, terobsesi dengan kehidupan seorang influencer hingga rela mengubah seluruh hidupnya demi bisa menjadi bagian dari dunia sang idola. Film ini menjadi kritik terhadap budaya media sosial sekaligus menggambarkan tipisnya batas antara kekaguman dan obsesi.
5. "Whiplash" (2014)
Obsesi dalam "Whiplash" hadir dalam bentuk ambisi meraih kesempurnaan. Andrew Neiman bercita-cita menjadi drummer jazz terbaik dan berlatih di bawah bimbingan Terence Fletcher, instruktur yang terkenal keras.
Tekanan demi tekanan membuat Andrew rela mengorbankan kesehatan, hubungan pribadi, hingga kondisi mentalnya demi mencapai target yang diinginkan. Film ini memperlihatkan bahwa obsesi terhadap kesuksesan juga dapat membawa dampak yang menghancurkan.
Kelima film tersebut menyajikan sudut pandang berbeda mengenai obsesi. Ada yang mengangkatnya melalui kisah cinta, ambisi karier, pencarian ketenaran, hingga kritik terhadap media sosial. Meski memiliki genre yang beragam, semuanya menunjukkan bahwa keinginan yang tidak terkendali dapat berkembang menjadi sesuatu yang berbahaya dan mengubah kehidupan seseorang secara drastis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!