Bukan Rekor Gol, Cristiano Ronaldo Kini Catat Rekor Kekalahan Terbanyak di Piala Dunia
Portugal tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah dari Spanyol, sementara Cristiano Ronaldo mencatat rekor yang tak diinginkan.
JAKARTA, GENVOICE.ID - Perjalanan Timnas Portugal di Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih cepat setelah takluk 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar, Selasa (7/7/2026) dini hari WIB. Kekalahan tersebut sekaligus menghadirkan catatan pahit bagi sang kapten, Cristiano Ronaldo, yang kini mengukir rekor kurang membanggakan dalam sejarah turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Selain gagal membawa Portugal melangkah ke perempat final, Ronaldo kini tercatat sebagai salah satu pemain dengan jumlah kekalahan terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Meski demikian, pencapaian individu dan dedikasinya selama berkarier tetap mendapat apresiasi luas dari para penggemar sepak bola.
Ronaldo Samai Rekor Kekalahan Terbanyak di Piala Dunia
Hasil negatif saat menghadapi Spanyol menjadi kekalahan kedelapan Cristiano Ronaldo sepanjang tampil di ajang Piala Dunia. Berdasarkan data OptaJean, angka tersebut membuat pemain berusia 41 tahun itu menyamai rekor sebagai pemain dengan kekalahan terbanyak dalam sejarah kompetisi tersebut.
Sebelum Ronaldo bergabung dalam daftar itu, rekor serupa lebih dulu dimiliki empat pemain, yakni Mathew Leckie dari Australia, Son Heung-min asal Korea Selatan, legenda Meksiko Antonio Carbajal, serta mantan kapten Korea Selatan Hong Myung-bo.
Meski statistik tersebut terdengar kurang menyenangkan, Ronaldo tetap menjadi salah satu pesepak bola dengan perjalanan karier paling impresif di level internasional.
Gagal Menghindarkan Portugal dari Kekalahan
Dalam laga kontra Spanyol, Ronaldo dipercaya tampil penuh selama 90 menit sebagai kapten tim. Namun, rapatnya pertahanan La Furia Roja membuat peraih lima Ballon d'Or itu kesulitan mengembangkan permainan.
Sepanjang pertandingan, Ronaldo hanya mampu mencatatkan dua tembakan tepat sasaran. Berbagai upaya untuk membantu Portugal menyamakan skor tidak membuahkan hasil hingga peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan tersebut memastikan Portugal harus mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia 2026 lebih cepat dari yang diharapkan.
Momen Emosional yang Diprediksi Jadi Penampilan Terakhir
Usai pertandingan, sorotan juga tertuju pada reaksi Cristiano Ronaldo. Banyak yang memprediksi laga melawan Spanyol menjadi penampilan terakhirnya di ajang Piala Dunia.
Berbeda dengan momen emosional pada turnamen-turnamen sebelumnya, Ronaldo tidak terlihat menangis. Ia memilih berdiri diam di tengah lapangan sambil menatap ke arah tribun, seolah menikmati setiap detik yang mungkin menjadi penutup perjalanan panjangnya di panggung Piala Dunia.
Ekspresi tersebut langsung menjadi perbincangan di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi mengenai masa depan sang megabintang bersama tim nasional Portugal.
Dukungan Tetap Mengalir untuk Sang Legenda
Meski pulang lebih awal dan mencatatkan rekor yang kurang membanggakan, Cristiano Ronaldo tetap mendapat dukungan besar dari para penggemarnya di seluruh dunia. Berbagai ucapan terima kasih dan penghormatan membanjiri media sosial setelah pertandingan berakhir.
Banyak yang menilai satu catatan statistik tidak akan menghapus kontribusi luar biasa Ronaldo bagi Portugal maupun sepak bola dunia. Konsistensinya tampil di level tertinggi selama lebih dari dua dekade dianggap sebagai pencapaian yang sulit ditandingi pemain lain.
Enam Piala Dunia, Enam Edisi Selalu Mencetak Gol
Di balik hasil mengecewakan Portugal, Piala Dunia 2026 tetap menjadi turnamen bersejarah bagi Cristiano Ronaldo. Ia menjadi salah satu pemain yang berhasil tampil dalam enam edisi Piala Dunia berbeda.
Tak hanya itu, Ronaldo juga mencatat prestasi langka dengan selalu mencetak gol di setiap enam edisi Piala Dunia yang diikutinya. Rekor tersebut semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang sejarah, terlepas dari hasil yang diraih Portugal pada turnamen kali ini.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!