Lagi Rame Soal Blind Box, Benarkah Mirip Judi?

Lagi Rame Soal Blind Box, Benarkah Mirip Judi?
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pemerintah Singapura tengah menyiapkan regulasi khusus untuk mengendalikan penjualan produk blind box atau kotak misteri.

Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran bahwa praktik pemasaran produk tersebut dapat mendorong perilaku yang menyerupai perjudian.

Blind box merupakan produk ritel-umumnya mainan atau barang koleksi-yang dijual dalam kemasan tertutup tanpa mengungkap isi hingga setelah dibeli. Konsumen pada dasarnya membayar untuk peluang mendapatkan item tertentu, termasuk versi langka yang sering kali memiliki nilai jual tinggi. Sejumlah pembela konsumen dan pembuat kebijakan menilai skema ini memiliki kemiripan dengan mekanisme judi berbasis peluang.

Dilansir AFP, Menteri Dalam Negeri Singapura K. Shanmugam menegaskan bahwa pemerintah sedang merancang aturan yang akan mewajibkan penjual mengungkapkan peluang atau probabilitas memperoleh barang tertentu secara jelas dan terstandarisasi.

"Peraturan sedang dirancang," tegas Shanmugam dalam keterangan tertulis.

Ia menjelaskan bahwa gagasan pengungkapan probabilitas tersebut berasal dari anggota parlemen. Menurutnya, kewajiban transparansi peluang menjadi salah satu poin penting yang sedang dipertimbangkan dalam regulasi baru itu.

Model bisnis blind box sendiri telah mendongkrak popularitas produsen mainan asal Tiongkok, Pop Mart. Berdasarkan informasi di situs resminya, Pop Mart saat ini memiliki beberapa gerai di Singapura.

Fenomena blind box juga meluas ke ranah digital melalui mekanisme "gacha" dalam game online dan aplikasi seluler. Sistem ini sama-sama mengandalkan hadiah acak, di mana pengguna membayar untuk kesempatan memperoleh item virtual tertentu.

Meski digemari kolektor, regulator dan kritikus semakin menyoroti praktik ini sebagai taktik pemasaran berisiko. Kekhawatiran terutama tertuju pada anak di bawah umur yang dinilai lebih rentan terhadap dorongan impulsif dan ketertarikan pada sistem berbasis peluang.

Hingga kini, Pop Mart belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana regulasi tersebut.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE