Keely Hodgkinson Ciptakan Gebrakan Baru, Atletik dengan Nuansa Festival Musik
JAKARTA, GENVOICE.ID - Setelah meraih medali emas Olimpiade di nomor 800 meter dan memenangkan penghargaan BBC Sports Personality of the Year, Keely Hodgkinson menetapkan tantangan baru, yakni menarik generasi muda untuk mencintai atletik. Sebuah langkah yang dianggap berani, bahkan mungkin gegabah. Namun, pemandangan ratusan remaja putri yang menari mengikuti irama Taylor Swift, Rosé, Bruno Mars, dan Gangnam Style di ajang Keely Klassic menjadi jawaban atas keraguan itu.
Biasanya, ajang atletik di Inggris lebih menyerupai acara teh sore di halaman gereja, tenang dan tertata. Namun, Keely Klassic memberikan atmosfer yang lebih mirip konser besar. Untuk pertama kalinya, atletik Inggris menyaksikan kerumunan penonton yang muda dan penuh semangat.
Dilansir dari Guardian, meski awalnya direncanakan sebagai momen di mana Hodgkinson akan mencoba memecahkan rekor dunia 800 meter lintasan pendek, cedera hamstring yang dialaminya beberapa hari sebelum acara membuatnya harus absen sebagai peserta. Meski begitu, acara tetap berlangsung dengan semarak, meski tanpa kehadiran bintang-bintang besar.
Salah satu elemen yang membuat acara ini istimewa adalah kehadiran DJ Tony Perry, yang sebelumnya tampil di final Liga Champions 2024 dan 21 pertandingan Piala Dunia 2022. Di sela-sela perlombaan di Utilita Arena, alunan musik dan tarian dari ribuan penonton menciptakan suasana yang berbeda. Para atlet pun berinteraksi langsung dengan penggemar, menandatangani kaus dan berfoto bersama.
"Medali emas yang saya raih memungkinkan saya mengadakan acara seperti ini dan membawa generasi baru untuk menikmati atletik. Sangat luar biasa mendengar kisah anak-anak yang terinspirasi setelah melihat saya berlaga di Paris. Itulah yang benar-benar memotivasi saya," ujar Hodgkinson.
Ketika Hodgkinson meraih emas di Olimpiade Paris, lebih dari 9,1 juta orang di Inggris menyaksikan momen tersebut, salah satu angka tertinggi untuk ajang Olimpiade tahun itu. Oleh karena itu, keputusan BBC untuk hanya menayangkan Keely Klassic di iPlayer, sementara siaran utama diisi oleh tayangan ulang Flog It! dan film Mr Malcolm's List, menuai tanda tanya besar.
Namun, terlepas dari itu, catatan sejarah atletik akan mengingat bahwa ajang ini menjadi saksi kemenangan Georgia Hunter Bell, peraih perunggu Olimpiade, yang menaklukkan bintang Irlandia Sarah Healy dalam nomor 1.500 meter dengan catatan waktu 4 menit 0,65 detik. Lina Nielsen dan Neil Gourley pun sukses mencetak rekor Inggris di nomor 300 meter putri dan 1.000 meter putra.
Namun, yang paling dikenang bukanlah hasil perlombaan, melainkan atmosfer yang berbeda dari ajang ini.
"Rasanya sangat menyenangkan. Saat kami masuk arena, semua orang menari. Benar-benar suasana yang berbeda dari perlombaan biasanya," ujar Hunter Bell.
Jessica Lalley, yang datang dari Liverpool bersama putrinya Faye (15) dan anak tirinya Grace (14), juga merasakan hal yang sama.
"Kami membeli tiket hanya untuk melihat Keely. Saat tahu dia cedera, kami sempat kecewa. Tapi ternyata acaranya luar biasa. Atmosfernya luar biasa, bahkan kami memenangkan hadiah karena berhasil membuat satu barisan kami ikut menari!"
Mungkin kita seharusnya tidak terkejut dengan keberhasilan ini. Hodgkinson adalah atlet wanita terbaik di Inggris saat ini, dengan 528.000 pengikut di Instagram. Ia bukan hanya berbakat luar biasa, tetapi juga memahami cara berinteraksi dengan generasi muda.
Setelah acara, atlet berusia 22 tahun ini menyatakan kegembiraannya sebelum mengungkapkan bahwa ia menargetkan kembali bertanding pada bulan Juni.
"Saat ini rencana saya adalah bertanding di bulan Juni, mungkin lebih cepat, mungkin Mei. Saya belum tahu pasti," ujarnya.
"Saya diberitahu bahwa saya bisa mulai berlari lagi dalam tiga hingga enam minggu. Tapi tubuh saya biasanya pulih lebih cepat, jadi saya berharap dalam dua atau tiga minggu sudah bisa kembali. Saya tidak khawatir. Setelah itu, saya hanya perlu membangun kembali persiapan untuk 800 meter di Kejuaraan Dunia Tokyo."
Dengan Keely Klassic, Hodgkinson telah menunjukkan bahwa atletik bisa tampil dengan nuansa baru dan menarik lebih banyak generasi muda.
0 Comments





- Tragedi Jembatan Runtuh di Korea Selatan, Empat Tewas dan Enam Luka-Luka
- Ethan Hawke dan "Blue Moon" Gemparkan Berlinale dengan Penampilan Transformasionalnya
- Netizen Ungkap Kecemasan terhadap Keselamatan Ferry Irwandi dalam Video Terbaru Miliknya yang Soroti UU TNI
- Prekuel Game "The Electric State" Siap Meluncur Tak Lama Setelah Filmnya Tayang di Netflix
- Sean Baker Ukir Sejarah di Oscars 2025 dengan "Anora"
- Bandara Heathrow London Lumpuh Akibat Kebakaran di Gardu Listrik, Ribuan Penerbangan Kacau
- Menteri Kebudayaan Fadli Zon Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Mat Solar
- Mengapa Tantangan Royalti Masih Mengintai Penulis Lagu Meskipun Spotify Sudah Siapkan Miliaran Dolar AS?
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!