Dua Gol Merino Bawa Arsenal Dekati Puncak! Nwaneri Bersinar di Kemenangan Krusial
JAKARTA,GENVOICE.ID - Mikel Arteta menantang skuad Arsenal untuk menunjukkan taring mereka dan membuktikan bahwa mereka memiliki kualitas untuk bersaing dalam perebutan gelar, meski harus kehilangan Kai Havertz akibat cedera serius.
Dilansir dari Guardian, selama 80 menit, ketakutan akan tumpulnya lini serang The Gunners tampak menjadi kenyataan dalam laga sulit melawan Leicester City. Namun, Ethan Nwaneri yang tampil cemerlang mengirimkan umpan silang lembut ke kotak penalti, di mana Mikel Merino, yang masuk sebagai pemain pengganti, sukses menanduk bola di antara Wout Faes dan Woyo Coulibaly untuk membuka keunggulan.
Gelandang Spanyol itu kembali mencatatkan namanya di papan skor tiga menit menjelang waktu normal berakhir, mengamankan kemenangan bagi Arsenal.
Arteta memilih strategi dengan Leandro Trossard sebagai false nine, didukung oleh Raheem Sterling di kiri dan Nwaneri di kanan. Namun, sebelum gol pertama Merino tercipta, Arteta tampaknya mulai kehabisan ide untuk menembus pertahanan Leicester yang belum mencatatkan clean sheet dalam 21 laga beruntun.
Ini adalah pertama kalinya dalam hampir empat tahun Arsenal memulai pertandingan Premier League tanpa Bukayo Saka, Gabriel Martinelli, Gabriel Jesus, atau Havertz, yang harus menepi hingga akhir musim karena cedera hamstring. Meski begitu, kemenangan ini memastikan Arsenal memangkas selisih poin dengan Liverpool menjadi empat angka, setidaknya hingga The Reds menghadapi Wolves pada hari Minggu.
Keunggulan Arsenal bisa saja sirna andai Myles Lewis-Skelly tidak melakukan intervensi brilian. Delapan menit sebelum gol Merino, Arsenal kehilangan bola di tengah lapangan, memberi kesempatan bagi Jordan Ayew untuk mengirim umpan berbahaya ke tiang jauh.
Bobby De Cordova-Reid sudah siap menyambar bola, tetapi Lewis-Skelly yang baru berusia 18 tahun dengan sigap menjulurkan kakinya untuk menggagalkan peluang emas tersebut. Arteta menyebut momen itu sebagai "sentuhan ajaib" yang mengubah jalannya pertandingan.
Sebelumnya, Sterling dan Trossard sempat membuang peluang, sementara Martin Ødegaard memberikan umpan terobosan kepada Nwaneri yang akhirnya gagal menyelesaikan dengan sempurna. Ketika Sterling ditarik keluar, Merino diplot sebagai penyerang dadakan.
"Ini pertama kalinya saya bermain sebagai striker. Hari yang luar biasa untuk mencetak gol, terutama karena saya lupa memberikan hadiah Valentine kepada istri saya. Saya rasa ini lebih berharga daripada sekadar mawar atau cokelat," ujar Merino.
Nwaneri, yang baru berusia 17 tahun, tampil impresif sepanjang laga. Kepercayaan dirinya tinggi, memiliki sentuhan lembut di bola, dan bisa bermain dengan kedua kaki. Pada menit ke-60, tembakannya hanya sedikit melambung di atas mistar Leicester, sementara di menit-menit akhir, tendangannya membentur tiang setelah ditepis kiper Mads Hermansen.
"Dia terus menunjukkan bahwa dia siap," kata Arteta. "Jika seorang pemain memberi sinyal seperti itu, kita harus membiarkannya bermain dengan kebebasan dan kreativitas. Semua pemain percaya padanya, dan dia pantas mendapatkan kesempatan."
Leicester sempat mencoba bangkit setelah kebobolan, tetapi Arsenal memastikan kemenangan lewat serangan balik cepat. Riccardo Calafiori menggiring bola ke depan, memberikan operan kepada Trossard, yang kemudian mengirim umpan ke tiang jauh untuk diselesaikan oleh Merino.
"Dia punya insting yang tajam dan tahu di mana harus berada," puji Arteta.
Sementara itu, bagi Ruud van Nistelrooy, kekalahan ini menambah daftar kekecewaannya saat berhadapan dengan Arsenal. Sebelum laga, Martin Keown bahkan sempat meminta maaf atas insiden panas di masa lalu. Di tengah protes suporter Leicester terhadap manajemen klub, dua talenta muda Arsenal, Nwaneri dan Lewis-Skelly, membantu The Gunners tetap bersaing di papan atas.
"Dengan semua yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, penting bagi kami untuk menunjukkan seberapa besar keinginan kami untuk menang," kata Arteta. "Kami akan terus berjuang dan percaya dengan apa yang kami miliki."
0 Comments





- Elizabeth Olsen Kembali ke Film Independen, Tinggalkan Marvel untuk Sementara
- DeepSeek dan Hedge Fund AI: Senjata Baru Tiongkok dalam Perang Investasi
- Lima Pekerja Thailand Pulang Setelah Lebih dari Setahun Disandera di Gaza
- Bagaimana Inovasi Pertambangan Membentuk Masa Depan Teknologi Amerika
- Daniel Craig Batal Bintangi Film DC, Jeremy Allen White Jadi Kandidat Pengganti?
- Revolusi Protein Nabati: Tren, Manfaat, dan Dampaknya bagi Kesehatan serta Lingkungan
- Apple Tunda Peningkatan AI untuk Siri Hingga 2026, Apa Alasannya?
- Begini Perjuangan Mat Solar dalam Melawan Penyakit Stroke yang Dideritanya
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!