Jelang Duel Hidup-Mati Lawan Malaysia, Pelatih Timnas Basket Putri U-16 Peringatkan Anak Asuhnya: Jangan Ulangi Kesalahan!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pelatih tim nasional bola basket putri U-16 Indonesia, Marlina Herawan, menegaskan pentingnya disiplin strategi dan minimnya kesalahan saat timnya menghadapi laga krusial melawan tuan rumah Malaysia di FIBA U-16 Women's Asia Cup 2025 Division B.
Pertandingan penentuan di Grup B yang dijadwalkan berlangsung Senin malam (15/9), menjadi laga hidup-mati bagi Garuda Pertiwi Muda untuk mengamankan tiket ke babak semifinal.
"Melawan Tonga masih ada momen kurang konsisten dalam menerapkan strategi," ujar Marlina, mengutip pernyataannya dari Jakarta.
Ia menyebutkan bahwa para pemain sempat kehilangan fokus, yang membuat keunggulan poin sempat terpangkas oleh lawan. Namun, setelah kembali disiplin terhadap game plan, Indonesia mampu mengunci kemenangan telak 83-57.
Meski menang meyakinkan atas Tonga pada Minggu (14/9), Marlina menilai performa anak asuhnya belum sepenuhnya solid. Ia menyoroti beberapa kelemahan yang masih terlihat, terutama dalam bertahan, menjaga paint area, serta membaca pergerakan lawan.
"Kesalahan seperti itu tidak boleh terulang, apalagi menghadapi tim sekelas Malaysia yang didukung penuh publik tuan rumah. Tantangannya akan jauh lebih besar," tegasnya.
Marlina tetap optimistis timnya mampu meraih hasil positif. Keyakinan itu didasari pada rekor pertemuan sebelumnya, di mana Indonesia sukses menumbangkan Malaysia 58-50 pada ajang SEABA Qualifiers Mei lalu.
"Catatan tersebut bisa menjadi modal motivasi tambahan. Kami ingin mengulang kesuksesan itu dan lolos ke semifinal," katanya.
Pada laga sebelumnya kontra Tonga, timnas U-16 Indonesia tampil dominan sejak tip-off. Kuarter pertama ditutup dengan skor 23-11. Momentum kemudian diperkuat oleh performa gemilang Ayu Krisabella dan Chloe Cung lewat tembakan tiga poin yang memicu laju 19-0, membawa Indonesia unggul jauh 48-20 di akhir kuarter kedua.
Pemain andalan, Florenza Celesta, mencatatkan double-double impresif: 19 poin, 18 rebound, dan dua assist dengan efisiensi laga tertinggi 32. Sementara Chelsea Kutiawan menyumbang 11 poin, dan Inez Welly menambahkan 10 poin.
Kemenangan itu membuat Indonesia mencatat rekor 1-1 (menang-kalah) di Grup B, sama seperti Malaysia. Di sisi lain, Hong Kong memimpin grup dengan dua kemenangan dan mengunci satu tempat di babak berikutnya.
Laga melawan Malaysia menjadi penentu nasib Indonesia di turnamen ini. Jika berhasil menang, skuad muda Merah Putih akan mengamankan tempat di semifinal dan terus menjaga asa promosi ke Division A FIBA Asia Cup edisi berikutnya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!