5 Rekomendasi Film Indonesia di Netflix untuk Temani Libur 17 Agustus

5 Rekomendasi Film Indonesia di Netflix untuk Temani Libur 17 Agustus
- (Dok. Popbela).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Akhir pekan bertepatan dengan momen Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus bisa menjadi waktu yang pas untuk bersantai di rumah sambil menonton film karya sineas Tanah Air. Netflix menyediakan sejumlah film Indonesia dengan genre dan cerita yang beragam, mulai dari kisah keluarga yang ringan hingga drama dengan capaian penghargaan bergengsi.

Beberapa film berikut juga dapat menjadi pilihan bagi penonton yang sempat melewatkannya ketika masih tayang di bioskop. Berikut lima film Indonesia yang bisa masuk daftar tontonan untuk menemani libur panjang.

"Na Willa"

"Na Willa" mengangkat kisah seorang gadis ceria yang menjalani kehidupan di sebuah gang kecil di Surabaya pada era 1960-an. Ceritanya diadaptasi dari buku karya Reda Gaudiamo dan mengikuti keseharian Willa ketika mulai bersekolah serta bertemu dengan teman-teman baru dan guru dengan karakter yang beragam.

Dari sudut pandang anak-anak, film ini membawa tema persahabatan, keberagaman, dan proses memahami perubahan di lingkungan sekitar. Film tersebut disutradarai Ryan Adriandhy yang turut menulis naskah bersama Reda Gaudiamo.

"Na Willa" juga mencatat pencapaian cukup besar ketika ditayangkan di bioskop. Film ini telah ditonton lebih dari 1,4 juta penonton sejak dirilis pada Maret 2026.

"Keluarga Super Irit"

Bagi yang mencari tontonan keluarga dengan sentuhan komedi, "Keluarga Super Irit" bisa menjadi salah satu pilihan. Film ini bercerita tentang sebuah keluarga yang harus mengubah gaya hidup setelah sang ayah kehilangan pekerjaan.

Kondisi tersebut membuat mereka harus memangkas berbagai pengeluaran. Mereka bahkan pindah ke rumah yang lebih kecil dan menerapkan strategi penghematan yang disebut Taktik Irit Keluarga.

Film ini dibintangi Dwi Sasono, Widi Mulia, Dru Prawiro Sasono, dan Widuri Puteri. "Keluarga Super Irit" merupakan adaptasi dari komik populer Korea Selatan karya Yim Chang-ho dan mengandalkan dinamika keluarga sebagai sumber humor sekaligus konflik cerita.

"Panggil Aku Ayah"

" Panggil Aku Ayah" menghadirkan kisah dua penagih utang yang diperankan Ringgo Agus Rahman dan Boris Bokir Manullang. Keduanya tiba-tiba harus tinggal bersama dan merawat seorang anak perempuan setelah sang ibu tidak mampu melunasi utangnya.

Situasi tersebut awalnya membuat hubungan mereka terasa canggung. Namun, kebersamaan yang terus berlangsung perlahan membentuk ikatan antara ketiganya.

Selain menawarkan cerita yang menghibur, film ini membawa tema keluarga dan hubungan emosional yang dapat terbentuk dari keadaan yang tidak terduga. Perannya dalam film tersebut juga mengantarkan Ringgo Agus Rahman meraih Piala Citra sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik di Festival Film Indonesia 2025.

"Pangku"

"Pangku" cocok bagi penonton yang ingin menyaksikan drama dengan cerita yang lebih emosional. Film ini mengikuti Sartika, seorang ibu muda yang bekerja di kedai kopi pangku di kawasan Pantura, Jawa Tengah.

Sartika diperankan Claresta Taufan dan digambarkan harus menghadapi berbagai persoalan demi memenuhi kebutuhan hidup. Film ini menjadi debut Reza Rahadian sebagai sutradara. Ia juga menulis skenario bersama Felix K. Nesi.

"Pangku" turut dibintangi Fedi Nuril dan Christine Hakim. Film tersebut meraih empat Piala Citra pada Festival Film Indonesia 2025, termasuk Film Terbaik, Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik untuk Christine Hakim, Penulis Skenario Asli Terbaik, dan Pengarah Artistik Terbaik.

"Tinggal Meninggal"

"Tinggal Meninggal" menawarkan perpaduan drama dan komedi melalui kisah Gema, seorang karyawan yang selama bertahun-tahun merasa tidak dianggap oleh rekan-rekan di kantornya.

Kehidupannya berubah setelah sang ayah meninggal dunia. Gema mulai mendapatkan perhatian dan simpati dari orang-orang di sekitarnya. Namun, ketika perhatian tersebut perlahan berkurang, ia berusaha mencari cara agar kembali menjadi pusat perhatian.

Film ini menjadi debut Kristo Immanuel sebagai sutradara. "Tinggal Meninggal" juga meraih sejumlah penghargaan dalam JAFF Indonesian Screen Awards 2026, termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Penampilan Terbaik, Penyuntingan Terbaik, dan Naskah Terbaik.

Selain itu, film tersebut masuk nominasi Festival Film Indonesia 2026 untuk kategori Penulis Skenario Asli Terbaik dan Penata Suara Terbaik.

Kelima film tersebut menawarkan cerita yang berbeda, sehingga dapat disesuaikan dengan suasana hati saat menghabiskan libur Hari Kemerdekaan. Dari kisah anak-anak dalam "Na Willa", komedi keluarga "Keluarga Super Irit", hingga drama "Pangku" dan "Tinggal Meninggal", semuanya dapat menjadi pilihan tontonan film Indonesia di Netflix.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE