Konflik Kerajaan Inggris Memanas, Ratu Camilla Sebut Meghan Markle Sudah Cuci Otak Pangeran Harry

Konflik Kerajaan Inggris Memanas, Ratu Camilla Sebut Meghan Markle Sudah Cuci Otak Pangeran Harry
- (Dok. Reuters).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Drama keluarga paling terkenal di dunia, yaitu Kerajaan Inggris, sepertinya nggak ada habisnya buat dibahas dan selalu sukses bikin jagat maya heboh. Baru-baru ini, sebuah kabar mengejutkan kembali mencuat ke permukaan yang menyeret nama istri Raja Charles III, Ratu Camilla.

Kabarnya, sang Ratu nggak segan-segan melontarkan kalimat pedas terhadap menantunya sendiri, Meghan Markle. Situasi di dalam istana dilaporkan makin tegang dan penuh emosi setelah muncul klaim bahwa Ratu Camilla menyebut Meghan telah melakukan tindakan "mencuci otak" kepada Pangeran Harry.

Tentu saja, pernyataan ini langsung jadi bahan perbincangan hangat di kalangan pemerhati keluarga kerajaan dan publik dunia, mengingat hubungan antara pasangan Sussex dengan anggota keluarga inti lainnya memang sudah lama dikabarkan renggang dan penuh konflik dingin yang nggak kunjung usai.

Rahasia dapur istana ini terungkap lewat buku terbaru karya penulis Tom Bower yang rilis secara berseri di surat kabar The Times. Dalam tulisan tersebut, Bower membeberkan kalau benih-benih keributan sebenarnya sudah mulai memanas sejak Harry dan Meghan pulang dari bulan madu mereka di Mediterania pada tahun 2018 silam.

Nggak cuma Ratu Camilla, ternyata Pangeran William dan Kate Middleton juga sudah lama merasa ada yang aneh dengan perubahan sikap Harry sejak menjalin hubungan dengan mantan aktris asal Amerika Serikat tersebut.

Konfrontasi fisik dan argumen tajam kabarnya sempat terjadi antara kedua pangeran tersebut. William disebut-sebut pernah memperingatkan adiknya kalau hubungan mereka berjalan terlalu cepat. Dalam sebuah momen ketegangan, Meghan bahkan dilaporkan sempat membentak kakak iparnya tersebut dengan kalimat yang cukup berani.

"Jika Anda tidak keberatan, singkirkan jari Anda dari wajah saya," ucap Meghan kepada William, seperti yang ditulis oleh Bower dalam bukunya.

Kekesalan Ratu Camilla kabarnya memuncak karena ia merasa Harry berada sepenuhnya di bawah pengaruh sang istri. Ia pun blak-blakan menyebut soal tuduhan cuci otak itu kepada salah seorang temannya. Ternyata, ketidaksetujuan terhadap Meghan sudah ada sejak lama.

Bahkan mendiang Pangeran Philip pun sempat memberikan komentar ketus saat tahu cucunya mau serius dengan Meghan. "Orang pacaran dengan aktris, tapi tidak menikahi mereka," kata Pangeran Philip saat itu.

Selain masalah pribadi, buku tersebut juga menyoroti soal konflik hierarki yang bikin Harry dan Meghan merasa tidak nyaman. Sebagai anak kedua, Harry sering merasa hanya jadi "cadangan" di bawah bayang-bayang William yang merupakan calon raja masa depan.

Rasa tidak puas terhadap posisi dalam garis suksesi ini menjadi salah satu alasan kuat kenapa akhirnya mereka berdua memilih buat mundur dari tugas senior kerajaan pada Januari 2020 lalu dan pindah ke Amerika Serikat. Hingga hari ini, hubungan mereka dengan keluarga besar di Inggris kabarnya masih berada di titik terendah.

Gimana menurut Gen, apakah drama ini bakal berakhir damai atau justru makin parah?

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE