Cara Mengatur Waktu Tidur Agar Segar, Terapkan Rumus Siklus 90 Menit Biar Bangun Pagi Bebas Pusing

Cara Mengatur Waktu Tidur Agar Segar, Terapkan Rumus Siklus 90 Menit Biar Bangun Pagi Bebas Pusing
- (Dok. Freepik).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pernah nggak sih kalian ngerasa sudah tidur lama banget, bahkan lebih dari delapan jam, tapi pas bangun kepala malah terasa berat dan pusing? Bukannya merasa segar dan siap menghadapi aktivitas, yang ada malah pengen tarik selimut lagi karena badan rasanya seperti habis dipukuli. Ternyata, tidur lama itu nggak selalu menjamin kualitas istirahat yang bagus kalau kalian nggak paham rahasia di balik cara kerja tubuh.

Banyak orang mengira kalau jam tidur yang panjang adalah kunci utama, padahal ada faktor lain yang jauh lebih krusial yaitu ritme alami tubuh atau yang sering disebut siklus tidur. Kalau kalian sering terbangun dengan rasa lelah yang luar biasa, kemungkinan besar kalian bangun di waktu yang salah, saat tubuh sebenarnya masih berada di tengah proses pemulihan yang dalam.

Masalah bangun tidur pusing ini bukan cuma soal rasa nggak nyaman sesaat, tapi kalau dibiarkan terus bisa mengganggu fokus belajar, kerja, sampai bikin suasana hati jadi berantakan sepanjang hari. Padahal, dengan sedikit trik matematika sederhana untuk menghitung waktu kapan harus memejamkan mata dan kapan harus bangun, kalian bisa lho merasa bener-bener beristirahat secara maksimal dan bangun dengan energi penuh tanpa bantuan kopi berlebih, nih Gen.

Dikutip dari Medical Daily, seorang dokter kulit asal New York, Amerika Serikat, bernama Dr. Charles Puza, membongkar rahasia kenapa banyak orang masih merasa teler meski sudah tidur semalaman. Menurut beliau, masalah utamanya adalah ketidakcocokan antara jadwal tidur kita dengan siklus alami tubuh yang biasanya berdurasi sekitar 90 menit, nih Gen.

"Pernahkah anda bangun setelah tidur lebih dari 8 jam dan masih merasa pusing? Itu karena anda tidur dan bangun pada waktu yang salah. Anda harus mengatur waktu tidur agar selaras dengan siklus tidur alami sekitar 90 menit," tulis Dr. Puza lewat unggahan di media sosialnya belum lama ini.

Pahami Pentingnya Siklus Tidur 90 Menit

Kunci dari istirahat yang berkualitas adalah memastikan kalian melewati siklus penuh tanpa terpotong di tengah-tengah. Secara umum, manusia butuh sekitar lima siklus penuh dalam satu malam, yang kalau ditotal memakan waktu sekitar 7,5 jam. Di dalam setiap siklus tersebut, tubuh kita bakal melewati beberapa tahapan, mulai dari tidur yang masih ringan sampai ke tahap tidur nyenyak yang bener-bener penting buat pemulihan organ dan otak.

Masalah sering muncul buat para pejuang lembur atau yang suka begadang lalu terpaksa bangun pagi-pagi sekali pakai alarm. Suara alarm yang berisik itu sering banget memaksa kita bangun padahal siklus tidur belum selesai. Akibatnya, tubuh merasa kaget dan belum siap, yang ujung-ujungnya memicu stres, bikin gampang marah, sampai menurunkan daya tahan tubuh secara keseluruhan.

Rumus Hitung Mundur Agar Bangun Lebih Fresh

Biar kalian nggak pusing lagi saat matahari terbit, Dr. Puza memberikan tips cara mengatur waktu yang pas. Kalian cuma perlu memutuskan mau mengambil jatah lima siklus atau enam siklus tidur dalam semalam. Jangan lupa buat memberikan jeda waktu sekitar 15 menit sebagai waktu persiapan bagi tubuh untuk benar-benar terlelap.

"Anda perlu memutuskan apakah kita perlu lima siklus atau enam siklus tidur semalaman. Perhitungkan sekitar 15 menit untuk tertidur," jelasnya.

Kalau target kalian adalah mendapatkan lima siklus tidur, caranya tinggal hitung mundur 7 jam 45 menit dari jam kalian harus bangun. Sedangkan kalau kalian merasa butuh istirahat lebih ekstra sebanyak enam siklus, silakan hitung mundur 9 jam 15 menit. Dengan mengikuti hitungan ini, kalian bakal bangun tepat di akhir siklus saat tidur sudah mulai ringan, sehingga nggak ada lagi drama kepala pusing atau badan lemas di pagi hari.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE