5 Film Indonesia di Netflix yang Cocok Ditonton Saat Long Weekend

5 Film Indonesia di Netflix yang Cocok Ditonton Saat Long Weekend
- (Dok. IDN Times).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Long weekend bisa menjadi waktu yang tepat untuk beristirahat di rumah sambil menikmati film. Bagi penonton yang ingin menyaksikan karya lokal, Netflix menyediakan sejumlah film Indonesia dengan cerita dan genre yang beragam.

Beberapa di antaranya mengangkat kisah keluarga dan kehidupan sehari-hari, sementara lainnya menghadirkan drama dengan isu sosial hingga komedi. Ada pula film yang sebelumnya mendapat perhatian di bioskop dan membawa pulang penghargaan dari ajang perfilman nasional.

Berikut lima film Indonesia di Netflix yang dapat menjadi pilihan tontonan selama long weekend.

"Na Willa"

"Na Willa" diadaptasi dari buku populer karya Reda Gaudiamo. Ceritanya mengikuti Willa, seorang gadis ceria yang menjalani masa kecil di sebuah gang kecil di Surabaya pada era 1960-an.

Kehidupan Willa mulai berubah ketika dia memasuki masa sekolah. Kehadiran teman-teman baru dan seorang guru dengan karakter tegas membuatnya menghadapi berbagai pengalaman yang sebelumnya tidak pernah dia temui.

Film ini mengangkat kisah masa kecil dengan tema keberagaman dan perubahan zaman. Ryan Adriandhy menjadi sutradara sekaligus menulis skenario bersama Reda Gaudiamo.

Sejak dirilis di bioskop pada Maret 2026, "Na Willa" telah disaksikan lebih dari 1,4 juta penonton.

"Tinggal Meninggal"

"Tinggal Meninggal" berkisah tentang Gema (Omara Esteghlal), seorang karyawan yang keberadaannya hampir tidak pernah diperhatikan oleh rekan-rekan di kantor meski sudah lama bekerja bersama mereka.

Situasi berubah setelah ayah Gema meninggal dunia. Rekan-rekan kerjanya mulai menunjukkan perhatian dan memberikan simpati kepadanya. Namun, ketika perhatian tersebut perlahan menghilang, Gema mulai mencari cara agar dirinya kembali menjadi pusat perhatian.

Film ini menjadi debut Kristo Immanuel sebagai sutradara film panjang. Cerita drama komedi tersebut juga membawanya meraih sejumlah penghargaan di JAFF Indonesian Screen Awards 2026, termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Penampilan Terbaik, Penyuntingan Terbaik, dan Naskah Terbaik.

"Tinggal Meninggal" juga memperoleh nominasi di Festival Film Indonesia 2026 untuk kategori Penulis Skenario Asli Terbaik dan Penata Suara Terbaik.

"Pangku"

"Pangku" mengikuti Sartika (Claresta Taufan), seorang ibu muda yang harus menghadapi kesulitan ekonomi dan memutuskan bekerja di sebuah kedai kopi pangku di kawasan Pantura, Jawa Tengah.

Sartika harus beradaptasi dengan lingkungan baru sekaligus menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupannya. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari upayanya memenuhi kebutuhan hidup dan menghadapi keadaan yang tidak selalu mudah.

Film ini merupakan debut Reza Rahadian sebagai sutradara. Reza juga terlibat dalam penulisan skenario bersama Felix K. Nesi.

Dibintangi Claresta Taufan, Fedi Nuril, dan Christine Hakim, "Pangku" sebelumnya meraih empat Piala Citra di Festival Film Indonesia 2025. Penghargaan tersebut meliputi Film Terbaik, Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik untuk Christine Hakim, Penulis Skenario Asli Terbaik, dan Pengarah Artistik Terbaik.

"Keluarga Super Irit"

"Keluarga Super Irit" cocok menjadi pilihan bagi penonton yang mencari tontonan keluarga dengan cerita ringan. Film ini mengisahkan sebuah keluarga yang terbiasa menerapkan gaya hidup hemat dalam kehidupan sehari-hari.

Kondisi mereka menjadi semakin sulit setelah sang ayah kehilangan pekerjaan. Keluarga tersebut kemudian berusaha memangkas pengeluaran dengan berbagai cara, termasuk pindah ke rumah yang lebih kecil dan menerapkan strategi yang mereka sebut sebagai Taktik Irit Keluarga.

Film ini dibintangi Dwi Sasono, Widi Mulia, Dru Prawiro Sasono, dan Widuri Puteri. Keempatnya juga merupakan satu keluarga dalam kehidupan nyata.

"Keluarga Super Irit" merupakan adaptasi dari komik populer Korea Selatan karya Yim Chang-ho. Ceritanya memadukan humor dengan persoalan ekonomi keluarga yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

"Panggil Aku Ayah"

"Panggil Aku Ayah" menghadirkan Ringgo Agus Rahman dan Boris Bokir Manullang sebagai dua penagih utang yang kehidupannya berubah setelah harus tinggal bersama dan mengurus seorang anak perempuan.

Keduanya awalnya hanya memiliki urusan dengan ibu dari anak tersebut karena masalah utang. Namun, keadaan membuat mereka harus mengambil tanggung jawab yang tidak pernah direncanakan.

Seiring waktu, ketiganya mulai menjalani kehidupan bersama. Hubungan yang awalnya terbentuk karena keadaan tersebut kemudian berkembang menjadi ikatan yang lebih dekat.

Peran dalam film ini juga membawa Ringgo Agus Rahman meraih Piala Citra sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik di Festival Film Indonesia 2025.

Kelima film tersebut menawarkan cerita yang berbeda, mulai dari kisah masa kecil, persoalan keluarga, perjuangan ekonomi, hingga hubungan antarmanusia. Dengan beragam pilihan tersebut, long weekend dapat diisi dengan menonton film Indonesia tanpa harus keluar rumah.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE