F1 Musim 2025: Mengapa Ferrari Belum Bisa Kuasai Balapan dan Siapa Juara Dunia Terbaik?

F1 Musim 2025: Mengapa Ferrari Belum Bisa Kuasai Balapan dan Siapa Juara Dunia Terbaik?
- (Dok. BBC International).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Musim Formula 1 2025 tengah memasuki jeda musim panas hingga Grand Prix Belanda akhir Agustus nanti, dengan 10 balapan tersisa dan perebutan gelar dunia tampak ketat antara duo McLaren, Oscar Piastri dan Lando Norris.

Dilansir dari BBC International, Andrew Benson menjawab sejumlah pertanyaan menarik soal performa tim dan isu terkini F1.

Ferrari sudah lama jadi tim papan atas, hampir selalu di tiga besar sejak 2010. Namun, kenapa mereka tidak bisa jadi yang tercepat, ucap pertanyaan nya. Benson menjelaskan bahwa tim lain berhasil menciptakan mobil lebih cepat, dengan faktor utama adalah budaya tim.

Era kejayaan Ferrari di zaman Schumacher dipengaruhi oleh lingkaran kecil yang solid dan bebas gangguan luar. Kini, Ferrari terkadang mengalami budaya saling menyalahkan yang menghambat kerja sama, berbeda dengan "no-blame culture" yang diadopsi Mercedes dan McLaren. Meski pimpinan baru Frederic Vasseur berusaha membangun budaya kerja baru, hasilnya masih harus ditunggu.

Bortoleto, rookie Sauber yang tampil impresif musim ini, masih dalam kontrak multi-tahun. Dengan aturan baru mobil dan mesin yang datang di 2026, sulit memprediksi siapa yang akan mendapat mobil lebih kompetitif. Audi yang akan resmi masuk 2026 juga menegaskan tim saat ini solid dan tidak berencana merombak susunan pembalap.

Meski dengan hadirnya Mercedes dan Audi, belum ada pembicaraan soal kembalinya Grand Prix Jerman. Kalender F1 saat ini dianggap sudah maksimal dengan 24 seri, dan ekspansi lebih mengarah ke Asia dan Afrika. Tantangan utama adalah biaya penyelenggaraan yang sulit dibiayai pemerintah di negara-negara Barat seperti Jerman.

Perubahan sirkuit dan regulasi mobil membuat perbandingan catatan lap jadi kurang relevan. Statistik memang berguna, tapi jangan terlalu dipakai sebagai patokan utama dalam membandingkan era.

Ini adalah pertanyaan subjektif. Dari 15 juara dunia yang hanya sekali meraih titel, beberapa nama menonjol seperti Jochen Rindt dan Nigel Mansell. Namun, setiap pembalap punya keunggulan masing-masing, dan sulit menentukan siapa terbaik mutlak. Benson juga mengingatkan soal pembalap hebat yang tidak pernah juara dunia, seperti Stirling Moss dan Gilles Villeneuve.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE