KAI Perkuat Integrasi Antarmoda Demi Mudik Lebaran 2026 Lebih Lancar
JAKARTA, GENVOICE.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mematangkan strategi angkutan Lebaran 2026 dengan fokus pada penguatan integrasi antarmoda. Langkah ini dilakukan untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar di tengah lonjakan perjalanan saat mudik dan arus balik Idul Fitri 2026.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa kereta api memiliki peran penting sebagai transportasi massal yang terhubung langsung dengan berbagai moda lanjutan. Konektivitas tersebut diharapkan membuat perjalanan masyarakat menjadi lebih efisien, nyaman, sekaligus terdistribusi dengan lebih merata.
Menurut Anne, masa libur Lebaran selalu ditandai dengan meningkatnya pergerakan masyarakat lintas wilayah. Karena itu, penguatan integrasi antarmoda menjadi bagian krusial dalam pengelolaan arus perjalanan nasional agar kepadatan tidak terpusat di titik-titik tertentu.
KAI, lanjut Anne, terus mendorong konektivitas kereta api jarak jauh dengan berbagai moda lanjutan seperti kereta perkotaan, layanan bus, hingga angkutan umum di kawasan perkotaan. Integrasi ini memungkinkan pelanggan menikmati perjalanan end-to-end, mulai dari titik keberangkatan hingga tujuan akhir tanpa hambatan berarti.
Di kawasan Jabodetabek, kemudahan akses ditunjukkan melalui sejumlah stasiun yang terintegrasi langsung dengan layanan KRL Commuter Line. Dengan skema ini, masyarakat tidak harus selalu memulai perjalanan dari stasiun utama di pusat kota.
Stasiun Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara, misalnya, memungkinkan pemudik dari wilayah penyangga menggunakan KRL terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan dengan kereta api jarak jauh. Pola ini dinilai efektif untuk mengurangi kepadatan di stasiun pusat sekaligus memperluas pilihan titik keberangkatan.
Sementara itu, Stasiun Gambir dan Pasar Senen tetap berfungsi sebagai simpul utama kereta api jarak jauh. Kedua stasiun tersebut telah terintegrasi dengan layanan TransJakarta, angkutan lanjutan, serta akses taksi dan kendaraan sewa, sehingga memudahkan penumpang melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah di Jakarta dan sekitarnya.
Di pusat kota, integrasi antarmoda juga diperkuat melalui keterhubungan Stasiun Manggarai, Stasiun BNI City, dan kawasan Dukuh Atas sebagai hub multimoda. Kawasan ini menghubungkan layanan KRL, kereta bandara, LRT Jabodebek, TransJakarta, serta moda transportasi lainnya, sehingga pergerakan penumpang antarlayanan dapat berlangsung lebih tertata dan efisien.
Tak hanya di Jabodetabek, penguatan integrasi serupa juga dilakukan di berbagai daerah lain di Pulau Jawa. Di Bandung, stasiun-stasiun utama terhubung dengan angkutan perkotaan dan transportasi jalan menuju wilayah Bandung Raya. Di Yogyakarta, konektivitas kereta api jarak jauh dan lokal terintegrasi dengan layanan KRL Yogyakarta–Solo serta angkutan perkotaan. Sementara di Surabaya, integrasi antarmoda mendukung pergerakan penumpang dari dan menuju kawasan Gerbangkertosusila.
Melalui penguatan integrasi antarmoda ini, KAI berharap pelayanan angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!