Harga Kakao Naik Lagi! Permintaan Melejit, Pasokan Seret Jadi Biang Kerok
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar terbaru dari sektor perdagangan bikin pelaku industri cokelat harus waspada.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengumumkan kenaikan harga referensi (HR) biji kakao untuk periode Mei 2026.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Tommy Andana, mengungkapkan bahwa harga referensi biji kakao kini berada di angka 3.268,68 dolar AS per metrik ton (MT). Angka ini naik sekitar 2,45 persen atau setara dengan 78,05 dolar AS dibandingkan periode sebelumnya.
Kenaikan ini otomatis berdampak pada harga patokan ekspor (HPE) biji kakao yang ikut terdongkrak. Untuk Mei 2026, HPE ditetapkan sebesar 2.963 dolar AS per MT, meningkat 77 dolar AS atau sekitar 2,66 persen.
Permintaan Tinggi, Produksi Tertinggal
Menurut Tommy, lonjakan harga ini dipicu oleh meningkatnya permintaan global yang tidak diimbangi dengan produksi. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan kekurangan pasokan, yang akhirnya mendorong harga naik.
"Permintaan naik, tapi produksi tidak mengikuti. Ditambah lagi ada kekhawatiran suplai berkurang," jelasnya.
Situasi ini menjadi sinyal penting bagi para pelaku industri, terutama eksportir dan produsen kakao, untuk bersiap menghadapi dinamika pasar global yang semakin ketat.
Bea Keluar dan Pajak Ekspor Tetap
Meski harga naik, kebijakan bea keluar (BK) dan pajak ekspor (PE) untuk biji kakao tetap berada di angka 5 persen. Penetapan ini masih mengacu pada regulasi yang berlaku dari Kementerian Keuangan.
Komoditas Lain Stabil
Sementara itu, tidak semua komoditas mengalami perubahan. Kemendag memastikan bahwa harga patokan ekspor untuk produk lain seperti kulit, kayu, dan getah pinus masih stabil dan tidak mengalami kenaikan pada periode Mei 2026.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan harga saat ini lebih spesifik terjadi pada komoditas kakao, yang memang sedang menghadapi tekanan dari sisi pasokan global.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!