PDIP Bakal Panggil Bupati dan Wakil Bupati Lebak Usai Cekcok Terbuka

PDIP Bakal Panggil Bupati dan Wakil Bupati Lebak Usai Cekcok Terbuka
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) turun tangan merespons perseteruan antara Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah yang sempat memanas dalam acara halalbihalal Idulfitri di Pendopo Kabupaten Lebak, Banten.

Ketua DPP PDIP Bidang Pemerintahan, Andreas Hugo Pareira, menyatakan pihaknya akan memanggil kedua kepala daerah tersebut untuk dipertemukan. Ia menilai konflik terbuka yang terjadi justru membuang waktu dan energi, serta tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Andreas, keduanya seharusnya lebih fokus pada pelayanan publik dan kepentingan warga Kabupaten Lebak, daripada saling melontarkan sindiran di ruang publik. Langkah pemanggilan ini diharapkan bisa meredakan ketegangan sekaligus mengembalikan fokus pemerintahan daerah.

Perseteruan bermula saat Hasbi menyampaikan pidato di hadapan aparatur sipil negara (ASN) dan menyinggung peran wakil bupati, termasuk kebiasaan Amir yang disebut sering memanggil pejabat dinas. Situasi memanas ketika Hasbi juga menyinggung masa lalu Amir sebagai mantan narapidana.

Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi dari Amir yang merasa dihina karena disampaikan di depan umum dan tidak berkaitan dengan tugas pemerintahan. Ia bahkan sempat menunjukkan kemarahannya di lokasi acara sebelum akhirnya meninggalkan forum.

Amir sendiri diketahui pernah tersandung kasus suap sengketa Pilkada Lebak 2013 yang turut melibatkan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar, dan divonis penjara pada 2015. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pernyataan Hasbi sudah melewati batas karena menyentuh ranah pribadi.

Sementara itu, Hasbi membantah telah menyindir secara negatif. Ia menyebut ucapannya sebagai bentuk apresiasi, dengan menilai keberhasilan Amir menjadi wakil bupati sebagai sebuah prestasi meski memiliki masa lalu sebagai mantan warga binaan.

Dinamika politik ini turut menjadi perhatian publik, mengingat keduanya merupakan pasangan kepala daerah hasil Pilkada 2024. PDIP berharap pemanggilan ini bisa menjadi titik temu agar konflik tidak berlarut dan kinerja pemerintahan tetap berjalan optimal.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE