Bukan Cuma Film, Ini 5 Kisah yang Menguak Pelecehan Seksual di Kampus dari "Penyalin Cahaya" hingga "Guilty"

Bukan Cuma Film, Ini 5 Kisah yang Menguak Pelecehan Seksual di Kampus dari "Penyalin Cahaya" hingga "Guilty"
- (Dok. CNN Indonesia).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Isu pelecehan seksual di lingkungan kampus kembali menjadi perhatian publik, terutama setelah mencuatnya dugaan kasus yang melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Namun jauh sebelum kasus tersebut ramai dibicarakan, keresahan soal kekerasan seksual di dunia pendidikan sudah lebih dulu diangkat oleh para sineas melalui film.

Lewat berbagai sudut pandang, film-film ini tidak hanya menyajikan cerita, tetapi juga membuka diskusi tentang relasi kuasa, keberanian korban, hingga sistem yang kerap gagal memberikan keadilan.

Berikut lima rekomendasi film yang mengangkat isu pelecehan seksual di kampus:

  1. "Guilty" (2020)
    Film garapan Ruchi Narain ini mengisahkan seorang mahasiswa populer yang dituduh melakukan kekerasan seksual terhadap mahasiswi dari latar belakang berbeda. Cerita berkembang melalui berbagai perspektif, memperlihatkan bagaimana kebenaran bisa kabur di tengah opini dan bias sosial.

  2. "Citation" (2020)
    Disutradarai Kunle Afolayan, film ini diangkat dari kisah nyata tentang mahasiswi yang berani melaporkan profesor setelah mengalami pelecehan seksual. "Citation" menyoroti relasi kuasa di dunia akademik yang seringkali membuat korban berada dalam posisi rentan.

  3. "Penyalin Cahaya" (2021)
    Karya Wregas Bhanuteja ini menjadi salah satu film Indonesia yang paling kuat dalam mengangkat isu kekerasan seksual di kampus. Cerita mengikuti seorang mahasiswi yang berusaha mengungkap kebenaran setelah mengalami pelecehan, sekaligus menghadapi stigma sosial yang menyudutkan korban.

  4. "Demi Nama Baik Kampus" (2021)
    Film pendek yang diproduksi oleh Kemendikbudristek ini menyoroti kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen terhadap mahasiswi bimbingannya. Film ini secara gamblang menunjukkan bagaimana institusi terkadang lebih memilih menjaga reputasi dibanding melindungi korban.

  5. "Dear Nathan: Thank You Salma" (2022)
    Disutradarai Kuntz Agus, film ini tidak hanya mengangkat kisah romansa, tetapi juga menyentuh isu pelecehan seksual yang dialami mahasiswa di lingkungan kampus. Ceritanya memperlihatkan pentingnya dukungan teman dan keberanian untuk bersuara.

Film-film di atas memperlihatkan bahwa pelecehan seksual di kampus bukan sekadar isu fiksi, melainkan realitas yang masih terjadi. Lewat layar, penonton diajak memahami kompleksitas masalah ini sekaligus pentingnya keberpihakan pada korban.

Di tengah meningkatnya kesadaran publik, karya-karya ini menjadi pengingat bahwa perubahan tidak hanya datang dari kebijakan, tetapi juga dari keberanian untuk melihat, memahami, dan membicarakan isu yang selama ini sering disembunyikan.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE