Gebetanmu Nyata atau Hanya Tipuan AI? Ini Fakta Mengejutkannya!

N
Nayla Shabrina
Penulis
Techno
Gebetanmu Nyata atau Hanya Tipuan AI? Ini Fakta Mengejutkannya!
- (Dok. Times Now).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Di Hari Valentine ini, jutaan orang lagi sibuk swipe di dating app, chat, dan DM buat nyari teman kencan. Tapi di balik layar, ternyata ada gelombang penipuan baru yang makin canggih, dari chatbot AI yang pura-pura jadi gebetan sampai deepfake yang bikin kita susah bedain mana cinta sejati, mana manipulasi digital.

Dilansir dari Business Standard, sebuah studi global terbaru dari McAfee India yang dilakukan pada Februari 2025 mengungkap fakta mengejutkan, bahwa semakin banyak orang yang kena tipu romansa berbasis AI.

Survei ini melibatkan 7.000 orang dewasa dari AS, Inggris, Prancis, Jerman, India, Jepang, dan Australia. Hasilnya AI dapat memalsukan hubungan jadi makin gampang, dan untuk membedakan antara jodoh atau jebakan sekarang makin susah.

Fenomena Fauxmance (Romansa Palsu) Gara-Gara AI

Dulu, online dating bikin segalanya lebih simpel buat nyari pasangan. Tapi sekarang, AI justru bikin semuanya menjadi rumit.

iklan gulaku

Studi dari McAfee menemukan kalau 61% orang percaya mereka bisa jatuh cinta sama chatbot AI, sementara 51% responden mengaku pernah dihubungi oleh akun palsu yang ternyata chatbot. Yang lebih gila lagi, terdapat 38% orang mengaku bisa membangun koneksi emosional sama AI.

"Kencan daring memang telah merevolusi pendekatan kita dalam menjalin hubungan dengan pasangan. Namun, survei kami menyoroti bahwa hal itu disertai dengan serangkaian tantangan tersendiri," kata direktur senior di McAfee, Pratim Mukherjee pada Jumat, (14/2).

"Seiring dengan semakin kompleksnya era digital, sangat penting untuk tetap waspada dan terus mendidik diri kita tentang penipuan daring yang terus berkembang," imbuhnya.

Lupakan dating apps yang konvensional, sekarang orang lebih banyak nyari jodoh di media sosial, seoerti Instagram jadi tempat favorit (85%), diikuti WhatsApp (55%), Telegram (50%), dan Snapchat (46%).

Kalau ngomongin dating apps, Tinder masih memimpin (61%), disusul Facebook Dating (36%) dan Bumble (33%). Tapi makin banyak orang mencari cinta online, makin banyak juga scammer yang memanfaatkan AI buat bikin akun palsu dan menjebak korbannya.

Penipu sekarang bukan cuma pura-pura jadi orang lain, tapi juga sering mengaku sebagai selebriti. Hampir 42% orang dalam survei ini mengaku pernah dihubungi oleh akun yang mengklaim sebagai figur terkenal. Modusnya dengan menggunakan interaksi dengan fans buat bangun kepercayaan, terus ujung-ujungnya bawa korban ke jebakan emosional atau finansial.

Dan akibatnya parah banget, banyak korban yang kehilangan uang, datanya dicuri, sampai mengalami stres emosional.

Penipuan cinta juga tidak hanya bikin patah hati, tapi juga bikin kantong jebol. Sebanyak 70% korban mengaku pernah dipaksa buat ngirimin uang, beli hadiah, atau transfer aset ke pasangan online mereka. Dan rata-rata uang yang hilang mencapai angka Rp 364 juta!

Jadi, kalau kamu lagi sibuk swipe kanan di aplikasi kencan, pastiin dulu gebetanmu beneran manusia, bukan AI yang nyamar jadi pangeran atau putri impian!

  • Tag:
  • teknologi
  • Artificial intelligence (AI)
  • dating app
  • Deepfake
  • Scam

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today
Contraflow Tol Japek Arah Jakarta Dihentikan Gegara Hal Ini
Rivaldi Dani Rahmadi