Kemenhub Tegaskan KMP Virgo Transport 8 Belum Tenggelam, Ditemukan Miring Mengapung di Masalembo!

Kemenhub Tegaskan KMP Virgo Transport 8 Belum Tenggelam, Ditemukan Miring Mengapung di Masalembo!
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar menegangkan dari perairan Laut Jawa akhirnya menemukan titik terang yang sedikit melegakan.

Kapal Roro Penumpang KMP Virgo Transport 8 yang sempat dilaporkan hilang kontak dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin dipastikan belum tenggelam. Kementerian Perhubungan mengonfirmasi bahwa kapal tersebut berhasil ditemukan di perairan Masalembo dalam posisi miring, namun masih mengapung di atas permukaan air.

Kondisi kapal yang tidak langsung karam ini menjadi faktor kunci suksesnya operasi penyelamatan massal. Hingga Minggu sore, tim SAR gabungan bersama armada kapal yang melintas berhasil menyeberangkan sebanyak 143 orang penumpang dari lokasi kejadian. Sebagian besar korban berhasil diselamatkan, sementara beberapa di antaranya langsung mendapatkan perawatan medis intensif begitu dievakuasi.

Petaka ini bermula pada Sabtu pagi ketika kapal bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya membawa total 241 orang di atas kapal, mulai dari kru, penumpang, hingga sopir logistik beserta puluhan unit kendaraan. Namun memasuki Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, situasi mendadak mencekam saat kapal yang dinakhodai Arief Yunianto ini mengalami masalah teknis hingga posisinya miring dan sapuan sinyal komunikasi terputus total di sekitar perairan Masalembo.

Aksi penyelamatan berlangsung dramatis dengan melibatkan sinergi lintas armada. Kapal negara KN Kunyit milik Distrik Navigasi Banjarmasin langsung diterjunkan ke titik koordinat, dibantu oleh kapal-kapal komersial lain yang kebetulan sedang melintas di jalur perairan tersebut, seperti KM Hai Da, MT Mauhaw, dan TB TCP. Pertolongan cepat dari kapal-kapal sekitar ini membuat ratusan nyawa berhasil diselamatkan dari ancaman bahaya yang lebih buruk.

Di balik insiden ini, fakta mengenai riwayat KMP Virgo Transport 8 pun mendadak jadi sorotan publik. Usut punya usut, kapal milik PT Virgo Karya Shipping ini merupakan kapal buatan galangan Jepang tahun 1987 yang sudah berusia hampir 39 tahun. Sebelum membawahi rute Surabaya-Banjarmasin sejak Juli lalu, kapal berukuran 8.540 GT ini dulunya beroperasi di perairan Jepang dengan nama Ferry Kurushima sebelum akhirnya dijual dan berganti nama.

Saat ini, otoritas maritim dari KSOP Tanjung Perak dan KSOP Banjarmasin tengah fokus melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap pemicu utama kecelakaan, mulai dari faktor cuaca ekstrem, kendala teknis kelayakan armada tua, hingga potensi human error. Bagi pihak keluarga yang ingin mencari kejelasan informasi penumpang, otoritas pelabuhan telah mendirikan posko tanggap darurat resmi di Terminal Penumpang Bandarmasih, Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE