Rajin Workout Malah Bikin Ketombe Kambuh? Ini Kata Dermatologist
Sering olahraga bikin kulit kepala lebih berminyak, gatal, atau ketombe kembali muncul? Dermatologist menjelaskan kapan perlu keramas dan cara merawat scalp setelah workout.
JAKARTA, GENVOICE.ID - Rutinitas olahraga seperti lari, gym, padel, tenis, hingga HYROX kini semakin banyak menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan. Namun, semakin sering beraktivitas fisik, sebagian orang justru mulai mengalami masalah kulit kepala seperti lebih cepat berminyak, gatal, hingga ketombe yang kembali muncul.
Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan apakah rambut dan kulit kepala harus selalu langsung dicuci setiap kali selesai berolahraga. Jawabannya ternyata tidak selalu, karena kebutuhan untuk keramas perlu disesuaikan dengan kondisi kulit kepala setelah melakukan aktivitas.
Keringat sendiri merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengatur suhu dan bukan penyebab langsung ketombe. Namun, pada kulit kepala yang memang rentan berketombe, keringat yang bercampur dengan sebum, debu, polusi, dan residu produk rambut dapat membuat kondisi kulit kepala menjadi lebih lembap dan berminyak.
Menurut dr. Ardhiah Iswanda Putri, Sp.D.V.E., M.Ked.Klin, Dermatologist sekaligus Dermascalp Expert Trichologist Board, kondisi kulit kepala dapat berubah mengikuti berbagai aktivitas sehari-hari. Karena itu, kebutuhan perawatannya juga tidak selalu sama setiap waktu.
"Kulit kepala adalah lingkungan yang dinamis. Kondisinya dapat berubah mengikuti aktivitas, cuaca, keringat, polusi, dan produk yang digunakan."
Artinya, keputusan untuk mencuci rambut sebaiknya tidak hanya melihat jenis olahraga yang dilakukan. Kondisi kulit kepala setelah olahraga, termasuk seberapa banyak keringat dan minyak yang muncul, juga perlu menjadi pertimbangan.
Bukan Keringatnya, tetapi yang Tertinggal di Kulit Kepala
Setelah berolahraga, kulit kepala yang terasa sangat berminyak atau masih basah karena keringat dapat dibersihkan untuk membantu mengangkat berbagai penumpukan yang menempel. Hal yang sama berlaku ketika terdapat residu dari produk rambut, debu, atau polusi setelah aktivitas di luar ruangan.
Sebaliknya, olahraga ringan yang hanya menghasilkan sedikit keringat tidak selalu membuat seseorang harus langsung keramas. Jika kulit kepala masih terasa nyaman dan tidak mengalami penumpukan berlebih, frekuensi mencuci rambut dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Bagi orang yang berolahraga hampir setiap hari, frekuensi keramas dapat mengikuti produksi minyak, intensitas keringat, serta kondisi kulit kepala masing-masing. Pemilihan shampoo juga sebaiknya disesuaikan dengan masalah yang benar-benar muncul, bukan hanya untuk membuat kulit kepala terasa sangat kesat setelah dicuci.
Perhatian lebih perlu diberikan ketika masalah yang muncul bukan sekadar rambut lepek, tetapi juga rasa gatal dan ketombe yang berulang. Ketombe sendiri merupakan kondisi multifaktorial yang dapat dipengaruhi oleh produksi sebum, keberadaan Malassezia, microbiome, hingga kondisi scalp barrier.
Pada kulit kepala yang rentan mengalami ketombe, kombinasi keringat, minyak, kelembapan, dan residu setelah workout dapat membuat rasa gatal serta flakes menjadi semakin terlihat. Kondisi tersebut membuat perawatan kulit kepala perlu dilakukan secara lebih tepat, terutama jika keluhan terus berulang.
"Kalau keluhan terus berulang, jangan hanya bertanya bagaimana menghilangkan gejalanya. Kita juga perlu melihat apa yang membuat scalp terus kembali ke kondisi yang sama."
Saat Ketombe Kembali, Perhatikan Kandungan Shampoo
Jika ketombe mudah muncul kembali setelah olahraga, meningkatkan frekuensi keramas saja belum tentu menjadi solusi. Jenis shampoo yang digunakan juga perlu diperhatikan, terutama apabila produk tersebut ditujukan untuk mengatasi masalah ketombe.
Salah satu bahan aktif yang digunakan dalam perawatan anti-ketombe adalah Piroctone Olamine. Pada Dermascalp Expert Dandruff Relief Shampoo, bahan tersebut disebut membantu mengontrol Malassezia dan sebum berlebih yang berkaitan dengan masalah ketombe.
Formula tersebut juga dipadukan dengan Biomimetic ScalpTech™ powered by Molecular Amino. Molecular Amino bekerja dengan pendekatan biomimetic yang meniru Natural Moisturizing Factors atau NMF yang secara alami terdapat pada kulit kepala untuk membantu mempertahankan hidrasi dan mendukung kondisi microbial barrier scalp.
Kedua kandungan tersebut memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi dalam perawatan kulit kepala. Piroctone Olamine ditujukan untuk membantu menangani faktor yang berkaitan dengan ketombe, sedangkan Molecular Amino membantu merawat kondisi kulit kepala yang kering dan flaky sekaligus mendukung hidrasi.
Berdasarkan klaim pengujian yang dicantumkan dalam materi produk, Dermascalp Expert Dandruff Relief Shampoo disebut dapat mengurangi ketombe hingga 92 persen setelah 14 hari. Produk tersebut juga diklaim membuat 90 persen pengguna merasa rasa gatal di kulit kepala berkurang setelah satu kali pemakaian.
Dengan kandungan dan klaim hasil pengujian tersebut, produk ini ditujukan bagi orang yang memiliki masalah ketombe, flakes, dan rasa gatal. Kondisi tersebut termasuk keluhan yang terasa semakin mengganggu setelah aktivitas fisik dengan intensitas tinggi dan banyak mengeluarkan keringat.
Cara Merawat Kulit Kepala Setelah Workout
Perawatan kulit kepala setelah olahraga sebenarnya tidak harus dilakukan dengan langkah yang rumit. Hal terpenting adalah membersihkan kulit kepala sesuai kebutuhannya dan memastikan rambut serta scalp tidak dibiarkan dalam kondisi terlalu lembap dalam waktu lama.
Untuk penggunaan Dermascalp Expert Dandruff Relief Shampoo, rambut dan kulit kepala terlebih dahulu dibasahi. Shampoo kemudian dibusakan di tangan sebelum diaplikasikan pada kulit kepala, lalu dipijat secara lembut dengan gerakan melingkar dan dibilas sampai bersih menggunakan air dingin atau hangat.
Setelah selesai berolahraga, rambut dan kulit kepala juga sebaiknya dikeringkan dengan baik sebelum kembali menggunakan helm, topi, atau penutup kepala dalam waktu lama. Kebiasaan tersebut dapat membantu menghindari kondisi kulit kepala yang terlalu lembap setelah aktivitas fisik.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua flakes yang muncul setelah olahraga otomatis merupakan ketombe. Kulit kepala yang hanya terasa berminyak atau mengalami penumpukan residu dapat membutuhkan pendekatan perawatan yang berbeda dengan kondisi ketombe yang terus berulang.
Kapan Harus Periksa ke Dermatologist?
Jika flakes dan rasa gatal terus muncul meskipun sudah menggunakan produk perawatan anti-ketombe, kondisi tersebut sebaiknya tidak terus diabaikan. Terlebih apabila keluhan disertai kemerahan yang luas, luka, sisik tebal, atau kerontokan rambut yang tidak biasa.
Pemeriksaan oleh Dermatologist diperlukan untuk membantu memastikan penyebab masalah kulit kepala dan menentukan penanganan yang sesuai. Dengan begitu, perawatan tidak hanya berfokus pada menghilangkan gejala sementara, tetapi juga mencari faktor yang membuat keluhan terus berulang.
Di tengah gaya hidup aktif dan rutinitas olahraga yang semakin padat, menjaga kesehatan kulit kepala bukan berarti harus mengurangi aktivitas fisik. Yang penting adalah memahami respons scalp terhadap keringat dan aktivitas, mengetahui kapan kulit kepala perlu dibersihkan, serta memilih perawatan sesuai dengan masalah yang dialami.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!