Fakta di Balik Cucu Bunuh Nenek-Paman Laku Bakar Kios di Bogor, Karena Sakit Hati?

Kronologi Lengkap Pembunuhan dan Pembakaran Kios Pecel Lele oleh Remaja di Bogor

Fakta di Balik Cucu Bunuh Nenek-Paman Laku Bakar Kios di Bogor, Karena Sakit Hati?
Kios pecel lele dibakar di Gunungputri, Bogor. - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kasus kebakaran kios pecel lele yang menewaskan seorang nenek dan pamannya di Gunungputri, Bogor, akhirnya menemui titik terang. Seorang remaja berusia 16 tahun berinisial S, yang tak lain adalah cucu korban, telah ditetapkan sebagai tersangka utama.

Aksi kejam ini diduga kuat bermotif sakit hati karena S sering dimarahi. Berita ini mengejutkan banyak pihak, terutama setelah diketahui bahwa S telah merencanakan aksinya itu selama kurang lebih satu minggu.

Peristiwa tragis yang terjadi pada Minggu, 7 September 2025 ini menjadi viral dan memicu perbincangan luas mengenai isu kekerasan dalam keluarga dan kesehatan mental remaja.

Plot Twist di Balik Tragedi: Aksi Nekat Penuh Dendam?

Kapolsek Gunungputri, Kompol Aulia Robby, membocorkan kronologi kejadian yang mengejutkan ini. Menurutnya, S sudah merencanakan aksinya ini dengan matang sekitar seminggu sebelum kejadian.

FYI, S ini tidak tinggal bareng orang tuanya. Tapi, selama proses pemeriksaan di kantor polisi, ortunya selalu setia mendampingi. Aksi S ini benar-benar nekat. Dia sengaja membakar kios pecel lele milik keluarganya pakai bensin yang diambil dari motornya sendiri.

Bukan cuma itu, setelah beres bakar-bakar, dia juga sempat mengambil uang dan HP dari dalam kios. Setelah itu, dia langsung kabur tanpa arah dan sempat ngontrak di daerah Citereup untuk bersembunyi.

Tapi, aksi kabur S tidak berlangsung lama. Kurang dari 24 jam setelah kejadian, sekitar jam 7.25 malam, polisi berhasil mengamankan S.

Apa Motif Sebenarnya?

Awalnya, polisi sempet bingung dengan motif di balik kebakaran ini. Setelah diselidiki, S akhirnya ngaku kalau motifnya adalah sakit hati! Ia mengaku sering dimarahi oleh nenek dan pamannya.

Duh, sedih banget ya, hanya karena sering dimarahi, S nekat melakukan hal separah ini. Tragedi ini terjadi pada Minggu, 7 September, sekitar jam 5.20 pagi.

Kejadian ini jadi pengingat buat kita semua, terutama untuk anak muda, betapa pentingnya menjaga kesehatan mental.

Sering dimarahi orang tua atau keluarga memang tidak enak, tapi bukan berarti kita bisa nekat melakukan tindakan ekstrem yang merugikan banyak orang, apalagi sampai merenggut nyawa.

Kalau kamu lagi punya masalah atau merasa kurang nyaman, jangan dipendam sendirian. Coba deh curhat ke teman, guru, atau bahkan orang tua. Kalau butuh bantuan profesional, jangan ragu untuk cari bantuan ke psikolog atau layanan konseling.

Ingat, ada banyak cara yang lebih baik untuk menyelesaikan masalah tanpa harus merugikan orang lain! Stay safe and healthy, Gen!

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE