Panasnya Persaingan Piastri dan Norris di McLaren Memasuki Paruh Musim F1 2025
JAKARTA, GENVOICE.ID - Persaingan di internal McLaren memanas setelah insiden di Grand Prix Hungaria 2025 membuat hubungan Oscar Piastri dan Lando Norris berada di ujung ketegangan. Piastri, yang memimpin klasemen sementara dengan selisih sembilan poin dari Norris, tak segan mengungkapkan kekesalannya terhadap strategi tim yang dianggap merugikannya.
Sejauh musim ini, McLaren menjadi kekuatan dominan dengan meraih 11 kemenangan dari 14 balapan, sepenuhnya didominasi oleh dua pembalapnya. Namun, keseimbangan hubungan keduanya terguncang saat balapan di Hungaria. Pada lomba tersebut, Piastri harus menelan pil pahit ketika strategi tim lebih menguntungkan Norris, yang memilih pendekatan one-stop setelah kehilangan posisi di lap pembuka.
Kemarahan Piastri semakin terlihat melalui komunikasi radio dengan insinyur balapnya, Tom Stallard. Ketika ditanya apakah ia akan mencoba menutup peluang Charles Leclerc untuk menang, atau fokus menahan Norris, Piastri menjawab tegas bahwa prioritasnya hanya satu: mengalahkan rekan setimnya. Jawaban dingin itu memicu spekulasi bahwa hubungan harmonis keduanya tak akan bertahan lama jika perebutan gelar makin sengit.
McLaren, yang bermarkas di Woking, Inggris, selama ini dikenal mampu menjaga rivalitas internal tetap sehat. Namun, pengalaman di Formula 1 menunjukkan bahwa persaingan antar pembalap dalam satu tim kerap berubah menjadi konflik terbuka, seperti yang pernah terjadi antara Lewis Hamilton dan Nico Rosberg di Mercedes pada era 2014-2016.
Manajemen McLaren kini dihadapkan pada dilema besar. Di satu sisi, mereka ingin meraih gelar juara dunia pertama sejak era Lewis Hamilton pada 2008. Di sisi lain, strategi yang dianggap memihak salah satu pembalap berpotensi memecah tim di tengah jalan. Menurut laporan media F1, tim bahkan berencana membicarakan skenario khusus dengan Piastri terkait apa yang akan terjadi jika Norris berpeluang besar mengamankan gelar.
Dengan sisa sepuluh balapan di musim ini, semua mata tertuju pada bagaimana McLaren akan mengelola tensi di garasi mereka. Jika tidak hati-hati, perebutan gelar dunia bisa berubah menjadi perang internal yang merugikan keduanya - dan membuka peluang bagi rival seperti Ferrari atau Red Bull untuk mencuri kemenangan.
Musim F1 2025 jelas masih panjang, tapi satu hal sudah pasti: pertarungan antara Piastri dan Norris akan menjadi salah satu drama terbesar yang pernah terjadi di lintasan balap modern.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!