Deddy Corbuzier Kritik Aturan Jam Operasional Restoran Ramadan di Tangerang, Singgung Kebijakan Pemkab
JAKARTA, GENVOICE.ID - Konten kreator sekaligus YouTuber Deddy Corbuzier menyoroti kebijakan pembatasan jam operasional tempat makan selama Ramadan yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Aturan tersebut membatasi operasional restoran, kafe, dan warung makan hanya pada pukul 16.00 WIB hingga 04.00 WIB.
Melalui unggahan di media sosial, Deddy mengaku mendukung kebijakan tersebut secara umum. Namun, ia menilai ada beberapa pengecualian yang seharusnya dipertimbangkan, terutama untuk restoran yang menjual menu non-halal.
Menurutnya, rumah makan yang menyajikan makanan seperti babi tidak perlu terlalu dibatasi jam operasionalnya. Ia beralasan, umat muslim tidak akan tergoda mengonsumsi makanan non-halal, sehingga keberadaan restoran tersebut tidak akan mengganggu ibadah puasa.
Selain itu, Deddy juga menyoroti fakta bahwa tidak semua muslim menjalankan puasa selama Ramadan. Ia menyinggung kelompok tertentu seperti orang sakit, lansia, perempuan hamil, atau mereka yang sedang berhalangan, yang tetap membutuhkan akses makanan di siang hari.
Dalam pernyataannya, Deddy turut menyindir kebijakan pemerintah daerah yang dinilai terlalu fokus pada aturan non-esensial. Ia bahkan menyinggung kondisi fasilitas publik seperti jalan rusak yang menurutnya lebih layak menjadi prioritas pembenahan.
Di sisi lain, aturan pembatasan jam operasional tersebut sebelumnya dijelaskan oleh Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid. Ia menyatakan kebijakan itu dibuat untuk menjaga kekhusyukan ibadah umat muslim selama Ramadan serta menciptakan kenyamanan bersama di tengah masyarakat.
Pemerintah daerah juga mengimbau seluruh pelaku usaha kuliner untuk mematuhi ketentuan tersebut. Kebijakan ini menjadi salah satu bentuk penyesuaian aktivitas publik selama bulan suci, meski tetap menuai beragam respons dari masyarakat.
Komentar Deddy Corbuzier pun langsung memicu diskusi di media sosial. Sebagian warganet menilai kritik tersebut sebagai masukan yang relevan, sementara lainnya menganggap aturan pembatasan tetap diperlukan demi menjaga suasana Ramadan yang kondusif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!