Netflix Siap Akuisisi Studio AI Milik Ben Affleck Senilai Rp10 Triliun
JAKARTA, GENVOICE.ID - Perusahaan layanan streaming Netflix dikabarkan tengah bersiap mengakuisisi sebuah studio teknologi kecerdasan buatan (AI) yang didirikan oleh aktor sekaligus sutradara Ben Affleck. Nilai transaksi yang dibicarakan disebut mencapai sekitar 600 juta dolar AS atau setara dengan lebih dari Rp10 triliun.
Informasi tersebut pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg pada 12 Maret. Jika kesepakatan antara kedua pihak tercapai, langkah ini akan menjadi salah satu investasi besar Netflix dalam pengembangan teknologi produksi film berbasis AI.
Studio yang akan diakuisisi itu bernama InterPositive. Perusahaan rintisan tersebut diketahui mengembangkan berbagai alat berbasis AI untuk membantu proses produksi film, mulai dari pengolahan visual hingga penyuntingan.
Meski nilai kesepakatan disebut mencapai ratusan juta dolar, laporan tersebut menyebutkan bahwa uang muka yang telah dibayarkan oleh Netflix kemungkinan berada di bawah angka total transaksi. Hingga kini pihak Netflix belum memberikan pernyataan resmi terkait proses negosiasi tersebut.
Sebelumnya, pada 5 Maret lalu Netflix sudah mengumumkan rencana untuk mengakuisisi perusahaan yang saat ini memiliki sekitar 16 karyawan tersebut. Langkah ini muncul setelah upaya Netflix untuk membeli Warner Bros. tidak berhasil.
Co-CEO Netflix Ted Sarandos menjelaskan bahwa ketertarikan perusahaan terhadap teknologi AI bukan semata-mata untuk memangkas biaya produksi. Menurutnya, teknologi tersebut justru dapat membantu menyederhanakan proses kreatif yang rumit dalam pembuatan film.
Dengan bantuan AI, para sineas diharapkan dapat lebih fokus pada pengembangan cerita dan ide kreatif, sementara teknologi membantu proses teknis seperti pengolahan visual atau efek tertentu.
Netflix sendiri diketahui memiliki anggaran sangat besar untuk memproduksi konten setiap tahunnya. Perusahaan ini diperkirakan menginvestasikan sekitar 17 miliar dolar AS per tahun untuk berbagai proyek film, serial, dan program hiburan di platformnya.
Meski perkembangan AI semakin pesat dalam dunia kreatif, sejumlah riset menunjukkan bahwa penonton masih lebih menghargai karya yang ditulis oleh manusia. Karena itu, Netflix tidak berencana menggunakan AI untuk menulis naskah sepenuhnya, melainkan sebagai alat pendukung dalam produksi.
InterPositive didirikan oleh Ben Affleck pada 2022 dengan tujuan mengembangkan model AI yang dapat mengikuti logika visual dalam produksi film. Teknologi yang mereka kembangkan juga dirancang untuk menjaga konsistensi editorial sekaligus melindungi maksud kreatif para pembuat film.
Rencana akuisisi ini juga terjadi di tengah meningkatnya penggunaan teknologi AI di industri hiburan. Beberapa perusahaan media mulai membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan teknologi, termasuk pemanfaatan karakter populer dari berbagai waralaba film untuk pengembangan konten berbasis AI.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa industri hiburan global kini mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi, meski perdebatan mengenai dampaknya terhadap lapangan kerja dan hak kekayaan intelektual masih terus berlangsung.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!