Penduduk Greenland Tak Sudi Menjadi Warga Negara Amerika

Penduduk Greenland Tak Sudi Menjadi Warga Negara Amerika
- (Dok. istimewa).

WASHINGTON - Perdana Menteri Denmark pekan lalu telah memperingatkan bahwa setiap langkah AS untuk merebut Greenland dengan kekerasan akan menghancurkan 80 tahun hubungan keamanan transatlantik.

Trump menepis komentar tersebut, dengan mengatakan: "Jika itu memengaruhi NATO (North Atlantic Treaty Organization) atau Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara. Tapi Anda tahu, (penduduk Greenland) lebih membutuhkan kita daripada kita membutuhkan mereka," kata Trump.

Sementara itu, para pemimpin lima partai politik Greenland menyatakan mereka tidak ingin menjadi warga Amerika meski Presiden Donald Trump berencana mengambil alih wilayah semi-otonom Denmark itu.

"Kami tidak ingin menjadi orang Amerika, kami tidak ingin menjadi orang Denmark, kami ingin menjadi orang Greenland," kata mereka dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Jumat (9/1).

Para pemimpin itu juga menegaskan agar sikap AS yang meremehkan Greenland dihentikan.

"Masa depan Greenland harus ditentukan oleh rakyat Greenland," kata mereka.

Pernyataan itu juga menyoroti bahwa wilayah kepulauan itu telah meningkatkan partisipasi mereka di kancah internasional dalam beberapa tahun terakhir.

Segala Cara

Presiden Donald Trump pada Minggu (11/1) waktu setempat mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) akan merebut Greenland dengan cara apa pun. Dia pun memperingatkan kalau Russia dan Tiongkok akan mengambil alih wilayah tersebut, jika Washington tidak bertindak.

Trump mengatakan bahwa mengendalikan wilayah Denmark yang kaya mineral itu sangat penting bagi keamanan nasional AS, mengingat aktivitas militer Russia dan Tiongkok di Arktik yang meningkat.

"Jika kita tidak merebut Greenland, Russia atau Tiongkok akan melakukannya, dan saya tidak akan membiarkan itu terjadi," kata Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, meskipun tidak satu pun dari negara tersebut mengklaim kepemilikan pulau yang luas itu.

Trump mengatakan bahwa dia terbuka untuk membuat kesepakatan dengan wilayah otonom Denmark tersebut, tetapi bagaimanapun juga, pihaknya akan mendapatkan Greenland.

Denmark dan sekutu Eropa lainnya menyatakan keterkejutannya atas ancaman Trump terkait pulau tersebut, yang memainkan peran strategis antara Amerika Utara dan Arktik, dan tempat AS memiliki pangkalan militer sejak Perang Dunia II.

Sebagai koloni Denmark hingga tahun 1953, Greenland memperoleh pemerintahan sendiri 26 tahun kemudian dan sedang mempertimbangkan untuk akhirnya melonggarkan hubungannya dengan Denmark.

Sebagian besar penduduk dan partai politiknya telah menyatakan bahwa mereka tidak ingin berada di bawah kendali AS dan bersikeras bahwa warga Greenland harus menentukan masa depan mereka sendiri, sebuah pandangan yang terus-menerus ditentang oleh Trump.

"Greenland harus membuat kesepakatan itu, karena Greenland tidak ingin melihat Russia atau Tiongkok mengambil alih, Trump memperingatkan, sambil mengejek pertahanan Greenland.

"Anda tahu apa pertahanan mereka, dua kereta luncur anjing," katanya, sementara Russia dan Tiongkok memiliki kapal perusak dan kapal selam di mana-mana," sebut Trump. AFP/SB/E-9

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE