Zelenskyy Ungkap Usulan Damai Ukraina kepada AS, Rusia Disebut Siapkan Mobilisasi Baru
JAKARTA, GENVOICE.ID - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkap bahwa Ukraina telah menyampaikan usulan kepada Amerika Serikat (AS) terkait upaya mengakhiri perang dengan Rusia. Pernyataan tersebut disampaikan ketika proses perdamaian yang dimediasi Washington kembali mengalami kebuntuan.
"Kami telah menyampaikan usulan kami kepada pihak Amerika," kata Zelenskyy dalam pidatonya pada Selasa malam.
Menurut Zelenskyy, AS memiliki peran penting dalam mendorong proses perdamaian. Selain membantu memperkuat pertahanan Ukraina, khususnya melalui sistem pertahanan udara, Washington dinilai dapat memberikan tekanan kepada Rusia agar mengubah pendekatan terhadap perang.
"Amerika dapat membantu memperkuat pertahanan kami, terutama melalui pertahanan udara, dan dapat menekan Rusia agar mengubah rencananya, dari memperpanjang perang menjadi mempersiapkan diri untuk mengakhirinya," tambahnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya diplomatik yang belum menghasilkan kesepakatan. Perang Rusia-Ukraina juga telah memasuki tahun kelima dengan belum terlihatnya penyelesaian permanen.
Perundingan Rusia-Ukraina Kembali Terhenti
Dengan mediasi Amerika Serikat, Rusia dan Ukraina sebelumnya telah menggelar tiga putaran perundingan pada Januari dan Februari untuk mencari jalan keluar dari konflik.
Namun, proses tersebut kemudian terhenti. Moskow dan Kyiv mengaitkan kebuntuan perundingan dengan perubahan fokus Amerika Serikat terhadap Iran serta konflik bersenjata di Timur Tengah yang dimulai pada 28 Februari.
Kondisi tersebut membuat upaya diplomatik kembali menghadapi tantangan. Ukraina kini berharap AS dapat menggunakan pengaruhnya untuk mendorong Rusia kembali serius dalam pembicaraan mengenai penghentian perang.
Zelenskyy juga menekankan pentingnya memperkuat pertahanan Ukraina selama proses diplomasi berlangsung. Menurutnya, dukungan pertahanan dari AS tetap diperlukan untuk menghadapi ancaman Rusia.
Zelenskyy Sebut Rusia Siapkan Mobilisasi Baru
Selain membahas upaya perdamaian, Zelenskyy juga menyampaikan kekhawatiran mengenai rencana Rusia untuk menambah jumlah pasukannya.
Berdasarkan laporan intelijen Ukraina, Zelenskyy mengatakan Rusia disebut berencana melakukan perekrutan tambahan setelah pemilu pada September.
"Dia (Presiden Rusia Vladimir Putin) ingin menciptakan kesan bahwa rakyat Rusia seolah-olah mendukung perang," ujar Zelenskyy.
Ia kemudian mengklaim bahwa Rusia berencana melakukan mobilisasi cepat terhadap beberapa ratus ribu warga hingga akhir tahun. Jumlah serupa juga disebut berpotensi direkrut pada tahun berikutnya.
"Kemudian, setelah apa yang disebut pemilu, dia berencana melakukan mobilisasi cepat tambahan terhadap beberapa ratus ribu warga Rusia hingga akhir tahun, ditambah jumlah yang sama pada tahun depan," katanya.
Menurut Zelenskyy, mobilisasi tersebut akan dilakukan di luar program perekrutan yang saat ini dijalankan Rusia melalui skema wajib militer kontrak.
Rusia Bantah Rencana Mobilisasi
Klaim mengenai rencana mobilisasi baru Rusia bukan pertama kali disampaikan oleh Ukraina. Sejak mobilisasi parsial pada 2022, Kyiv secara berkala menyatakan Moskow berpotensi melakukan gelombang mobilisasi tambahan.
Namun, pejabat Rusia berulang kali membantah klaim tersebut.
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menyetujui mobilisasi militer parsial pada 2022. Kebijakan tersebut menghasilkan perekrutan sekitar 300.000 personel ke dalam angkatan bersenjata Rusia.
Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Maret mengatakan isu mengenai mobilisasi tidak sedang menjadi agenda pemerintah Rusia.
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev juga membantah adanya kebutuhan untuk melakukan mobilisasi baru. Pada bulan lalu, ia menyebut pernyataan mengenai rencana mobilisasi tersebut sebagai provokasi dan propaganda.
Dengan adanya perbedaan klaim tersebut, situasi mengenai rencana penambahan pasukan Rusia masih menjadi perhatian. Di sisi lain, Ukraina terus mendorong AS untuk menggunakan pengaruhnya dalam upaya mengakhiri perang.
Untuk saat ini, proses perdamaian Rusia-Ukraina masih menghadapi ketidakpastian. Ukraina telah menyampaikan usulannya kepada AS, tetapi keberhasilan diplomasi tetap bergantung pada kesediaan Rusia dan dukungan internasional untuk mendorong kedua pihak kembali ke meja perundingan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!