Pep Guardiola Nyaris Jadi Pelatih Timnas Italia, Paolo Maldini Ungkap Alasannya
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pep Guardiola ternyata pernah berada sangat dekat dengan kursi pelatih Timnas Italia. Pelatih asal Spanyol itu bahkan disebut sudah membahas secara serius proyek Gli Azzurri bersama Paolo Maldini hingga sempat menyusun gambaran skuad yang akan ditanganinya.
Guardiola menjadi salah satu kandidat utama ketika Italia membutuhkan pelatih baru. Kegagalan Gli Azzurri lolos ke Piala Dunia membuat federasi sepak bola Italia ingin mencari sosok besar untuk membangun kembali tim nasional.
Maldini yang ketika itu menjabat sebagai direktur teknis Italia kemudian mencoba mendekati Guardiola. Keduanya bahkan bertemu langsung di Barcelona untuk membicarakan proyek tersebut secara lebih mendalam.
Namun, rencana besar itu akhirnya tidak terwujud. Guardiola memilih menolak tawaran Italia karena membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah melewati periode panjang dan melelahkan sebagai pelatih di Premier League.
Guardiola Sempat Serius Tangani Timnas Italia
Maldini mengungkapkan bahwa Guardiola bukan sekadar kandidat yang masuk dalam daftar federasi. Mantan pelatih Barcelona tersebut benar-benar menunjukkan ketertarikan terhadap proyek Timnas Italia.
Maldini bahkan mendatangi Guardiola di Barcelona untuk membahas kemungkinan kerja sama tersebut. Pertemuan itu berlangsung cukup lama dan mereka membicarakan berbagai aspek mengenai masa depan sepak bola Italia.
"Dia adalah pelatih yang paling mewakili permainan teknis dan menyerang. Melalui beberapa teman, dia telah menyampaikan keinginan untuk melatih sebuah tim nasional," ujar Maldini.
Menurut Maldini, Guardiola terlihat sangat tertarik ketika pembicaraan mengenai Italia dimulai. Bahkan, sang pelatih disebut sudah membayangkan komposisi pemain yang bisa digunakan jika menerima pekerjaan tersebut.
"Kami pergi mengunjunginya di Barcelona, makan siang bersama, dan berbicara sepanjang hari. Dia sangat tertarik. Dia benar-benar nyaris menerima tawaran tersebut, bahkan mulai menuliskan susunan pemain di atas kertas," lanjut Maldini.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa Italia sebenarnya memiliki peluang besar untuk mendapatkan Guardiola. Namun, ada satu persoalan yang akhirnya membuat kesepakatan tersebut batal.
Guardiola Pilih Istirahat Setelah 10 Tahun di Premier League
Ketertarikan Guardiola terhadap Timnas Italia tidak cukup untuk membuatnya menerima tawaran tersebut.
Maldini menjelaskan bahwa faktor kelelahan menjadi alasan utama Guardiola memilih mundur. Pelatih asal Spanyol itu baru saja melewati periode panjang bersama Manchester City dan membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi fisik maupun mental.
Guardiola juga sempat menjalani operasi punggung. Kondisi tersebut membuatnya merasa belum siap kembali mengambil tanggung jawab besar sebagai pelatih sebuah tim nasional.
"Karena kelelahan, dia mengatakan tidak. Guardiola baru saja melewati 10 tahun yang sangat melelahkan di Premier League. Dia juga menjalani operasi punggung dan ingin beristirahat," ungkap Maldini.
Meski akhirnya menolak, Maldini menegaskan bahwa pembicaraan dengan Guardiola berlangsung sangat serius.
"Tetapi pembicaraan itu sangat serius. Kami mempelajari skuad, mulai dari tim U-17 dan seterusnya," tegasnya.
Jika Guardiola saat itu menerima tawaran tersebut, Timnas Italia berpotensi memasuki era baru dengan filosofi sepak bola menyerang yang menjadi ciri khas sang pelatih.
Ancelotti Juga Sempat Didekati Maldini
Guardiola bukan satu-satunya pelatih top yang coba didekati Maldini.
Maldini juga menghubungi Carlo Ancelotti untuk membicarakan kemungkinan menangani Timnas Italia. Ancelotti memiliki daya tarik tersendiri karena merupakan salah satu pelatih Italia paling sukses dalam sejarah.
Namun, Ancelotti pada akhirnya memilih bertahan bersama Brasil setelah mendapatkan kembali kepercayaan penuh dari federasi sepak bola negara tersebut.
Maldini menyebut respons Ancelotti tetap positif meski sang pelatih tidak bisa menerima tawaran Italia.
"Kami menelepon pelatih Italia terbaik sepanjang masa, sahabat dekat saya, Carlo Ancelotti," papar Maldini.
"Dia menjawab bahwa Brasil telah menegaskan kembali kepercayaan penuh mereka kepadanya, lalu dia mengucapkan selamat tinggal kepada kami dan mendoakan keberuntungan. Itu adalah panggilan yang diperlukan," pungkas Maldini.
Pada akhirnya, Italia harus mencari pilihan lain untuk mengisi kursi pelatih. Sementara itu, kisah yang diungkap Maldini memperlihatkan bahwa Gli Azzurri pernah berada sangat dekat dengan kemungkinan dilatih Guardiola.
Bayangkan jika Guardiola benar-benar menerima tawaran tersebut. Timnas Italia mungkin akan memiliki wajah berbeda dengan pendekatan sepak bola yang lebih dominan, teknis, dan agresif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!