Google Klaim AI Search Tidak Turunkan Trafik Rujukan, Meski Data Pihak Ketiga Bilang Sebaliknya

Google Klaim AI Search Tidak Turunkan Trafik Rujukan, Meski Data Pihak Ketiga Bilang Sebaliknya
- (Dok. 03 Technologies).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Di tengah maraknya laporan bahwa fitur AI Overviews di Google Search mulai memangkas trafik ke situs web, Google menegaskan bahwa kekhawatiran ini dibesar-besarkan. Perusahaan menyatakan, jumlah klik organik secara keseluruhan tetap stabil dari tahun ke tahun, bahkan kualitas klik meningkat.

Lewat blog resminya, Google menyebut bahwa pihaknya mengirim sedikit lebih banyak klik "berkualitas" dibanding setahun lalu. Klik berkualitas diartikan sebagai kunjungan di mana pengguna tidak langsung kembali ke hasil pencarian, yang menandakan ketertarikan pada konten situs.

Pernyataan ini muncul sebagai tanggapan terhadap studi Pew Research yang mengamati perilaku 900 pengguna. Hasilnya menunjukkan, pengguna yang melihat AI summary hanya mengklik tautan hasil pencarian tradisional 8% dari waktu, sementara yang tidak melihat AI summary mengklik hampir dua kali lipat (15%). Google menilai temuan ini tidak akurat karena ukuran sampel terlalu kecil dibanding miliaran pencarian harian.

Menurut Google, AI Overviews justru mendorong pengguna bertanya lebih banyak dan dengan kata kunci yang lebih kompleks. Selain itu, halaman hasil pencarian kini menampilkan lebih banyak tautan dibanding sebelumnya, yang berarti peluang klik juga bertambah.

Meski mengakui bahwa untuk pertanyaan sederhana-seperti jadwal fase bulan-pengguna mungkin puas dengan jawaban singkat tanpa mengklik lebih lanjut, Google menganggap fenomena ini sama seperti fitur lama seperti Knowledge Graph. Untuk topik yang memerlukan eksplorasi lebih dalam, trafik ke situs tetap terjadi. Bahkan, forum, video, podcast, dan posting orisinal disebut menerima lonjakan kunjungan.

Namun, laporan dari pihak ketiga menampilkan gambaran berbeda. The Wall Street Journal melaporkan trafik organik ke semua media berita besar menurun dalam tiga tahun terakhir. HuffPost disebut kehilangan lebih dari separuh trafiknya, sementara The Washington Post dan Business Insider mengalami tren serupa. Business Insider bahkan memangkas staf 21% pada Juni 2025, sebagian karena "penurunan trafik ekstrem".

Data lain dari The Current menunjukkan trafik ke 500 penerbit teratas turun 27% secara tahunan. Digiday mencatat peningkatan pencarian berita yang berakhir tanpa klik ke situs berita, dari 56% menjadi hampir 69% sejak peluncuran AI Overviews di AS pada Mei 2024.

Meski begitu, Similarweb menemukan bahwa rujukan dari AI justru melonjak 357% sejak Juni 2024, mendukung klaim Google bahwa trafik tidak hilang, melainkan terdistribusi ulang.

Pertanyaan terbesar kini adalah: jika AI Overviews baru muncul di 20% pencarian desktop, apa yang akan terjadi saat fitur ini diperluas? Google mengatakan ekosistem web tetap menjadi prioritasnya-tapi waktu yang akan membuktikan dampaknya.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE