IAEA Minta Iran Beri Informasi Lengkap Terkait Inventaris Material Nuklir  

IAEA Minta Iran Beri Informasi Lengkap Terkait Inventaris Material Nuklir  
Iran siap kurangi pengayaan uranium - (Dok. istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyerukan Iran untuk memberikan informasi tentang persediaan uranium yang diperkaya dan memberikan akses untuk memverifikasi informasi itu.

Dewan yang beranggotan 35 orang itu, tercatat 21 di antaranya mendukung, tiga menentang, dan 10 abstain, sebagaimana pernyataan yang dirilis oleh badan pengawas PBB tersebut.

Dewan mendesak Iran untuk memberikan informasi lengkap tentang inventaris material nuklir dan informasi desain untuk fasilitas dan memberikan Badan tersebut semua akses yang dibutuhkan untuk memverifikasi informasi yang dimaksud.

Dewan juga menyatakan keprihatinan yang mendalam atas laporan Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi yang menyatakan bahwa IAEA tidak mendapat akses penuh selama hampir satu tahun untuk memverifikasi uranium yang diperkaya tinggi (HEU) dan uranium yang diperkaya rendah (LEU) yang sebelumnya telah dideklarasikan di Iran.

Selain itu, dewan sangat menyesalkan kegagalan Iran yang berkelanjutan untuk memperbaiki ketidakpatuhannya selama 12 bulan terakhir.

Hal itu termasuk kegagalan Iran dalam memberikan informasi yang diminta serta akses yang diperlukan IAEA untuk memverifikasi material nuklir yang telah dideklarasikan sebelumnya dan belum dapat diverifikasi oleh Badan tersebut selama satu tahun.

Solusi Diplomatik

Resolusi itu juga mengingatkan kembali keputusan dewan pada Juni 2025 yang menemukan bahwa Iran telah gagal memberikan kerja sama penuh dan tepat waktu dalam memberikan informasi mengenai material nuklir yang tidak dideklarasikan dan aktivitas di beberapa lokasi yang tidak dideklarasikan di negara tersebut sejak 2019.

Dewan menegaskan kembali dukungan untuk solusi diplomatik dan menyerukan kepada Iran untuk terlibat secara serius dan tanpa prasyarat dalam pembicaraan yang bertujuan untuk membangun kepercayaan internasional pada sifat damai eksklusif dari program nuklirnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menyebut Iran dan Amerika Serikat (AS) hampir mencapai kesepakatan terkait nuklir.

"Seperti diketahui, kami bukan pihak yang terlibat dalam proses ini, tetapi kami menjaga komunikasi secara terpisah dengan masing-masing pihak. Kami menilai bahwa mereka (Iran dan AS) sebentar lagi akan sepakat terkait isu nuklir," kata Grossi dalam konferensi pers pada akhir pekan lalu.

Dia mengatakan isu-isu lain dalam kesepakatan tersebut bukan merupakan wewenang IAEA, tetapi kesepakatan tersebut secara teknis memungkinkan untuk dicapai. Grossi juga mengaku sebelumnya telah membahas isu tersebut dengan perwakilan dari Rusia, China, dan Iran.

"Pada dasarnya, saya pikir rapat itu untuk menegaskan pendekatan dasar yang akan mereka tempuh terkait hal ini, dan khususnya mereka menganggap perlu bagi saya untuk mengakui bahwa akan sangat sulit bagi Iran untuk memenuhi kewajibannya dalam keadaan saat ini. Saya pun menegaskan kembali poin-poin saya, dan itulah yang terjadi," kata Grossi. Ant/E-9

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE