Inilah 11 Negara dengan Kenaikan BBM Tertinggi Akibat Perang AS-Iran, Singapura Tembus Rp58 Ribu!

Selat Hormuz Diblokade: Titik Nadi Energi Dunia Terhenti

Inilah 11 Negara dengan Kenaikan BBM Tertinggi Akibat Perang AS-Iran, Singapura Tembus Rp58 Ribu!
Ilustrasi BBM. - (Dok. freepik.com).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gejolak geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang berujung pada penutupan Selat Hormuz telah memicu krisis energi global di awal tahun 2026.

Tercatat ada 11 negara dengan kenaikan BBM tertinggi, mulai dari Kamboja yang melonjak 68% hingga Singapura yang menyentuh angka Rp58.000 per liter.

Lantas, di tengah ancaman inflasi dan kenaikan harga minyak mentah dunia, apakah Indonesia akan tetap mempertahankan harga bensin dan solar?

Simak analisis lengkap dampak perang Timur Tengah terhadap ketahanan energi nasional di sini!

Berikut adalah daftar negara yang mencatatkan kenaikan harga BBM paling tajam per April 2026:

Negara Asia Tenggara (ASEAN)

  1. Kamboja: Mengalami kenaikan bensin tertinggi hingga 68%. Harga solar menyentuh Rp30.500/liter, memaksa pemerintah merencanakan pemotongan pajak produksi.

  2. Vietnam: Harga solar melonjak dari sekitar 19.000 dong menjadi 39.000 dong per liter. Fenomena panic buying pun mulai terlihat di berbagai pom bensin.

  3. Singapura: Mencatatkan lonjakan tertinggi di ASEAN. Harga bensin menyentuh Rp58.000/liter, memaksa pemerintah mengaktifkan mode krisis nasional.

  4. Filipina: Menetapkan status darurat energi setelah harga BBM naik dua kali lipat. Sopir angkutan umum (jeepney) bahkan sempat melakukan aksi mogok kerja.

  5. Laos: Mengalami kenaikan harga sekitar 32,83% yang berdampak langsung pada meroketnya biaya hidup masyarakat.

Negara Asia Lainnya dan Global

  1. Pakistan: Harga solar melonjak 55% menjadi sekitar 520 rupee per liter. Ini merupakan kenaikan kedua dalam waktu kurang dari sebulan.

  2. Maladewa: Biaya operasional negara tertekan akibat kenaikan harga BBM sebesar 18,54%.

  3. Nigeria: Meski produsen minyak, masalah distribusi membuat harga BBM naik 39% per Maret 2026.

  4. Kanada: Terkena imbas harga minyak mentah yang menembus USD100 per barel, memicu kenaikan biaya transportasi sebesar 28,36%.

  5. Australia: Harga BBM menyentuh rekor tertinggi dalam 20 tahun. Pemerintah merespons dengan memotong pajak BBM hingga 50%.

  6. Amerika Serikat: Harga bensin naik sekitar 36% (Rp19.000 per galon), memicu kekhawatiran terhadap daya beli warga AS.

Bagaimana Nasib Indonesia?

Di tengah badai harga energi global ini, posisi Indonesia terpantau masih stabil. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa tidak ada kenaikan harga BBM di Indonesia untuk saat ini. Pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying.

Meski demikian, konflik ini menjadi peringatan keras bagi ketahanan energi nasional. Ketergantungan pada impor minyak mentah tetap membuat Indonesia rentan terhadap fluktuasi harga global yang dapat memengaruhi biaya logistik dan kebutuhan pokok di masa depan.

Meskipun pemerintah menegaskan bahwa harga BBM di Indonesia saat ini masih stabil, ketergantungan pada impor minyak mentah tetap menjadi alarm bagi ketahanan ekonomi kita.

Di tengah ketidakpastian perang AS-Iran, kewaspadaan terhadap fluktuasi harga global menjadi kunci agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Bagaimana menurut Anda, apakah langkah penghematan energi sudah mulai perlu kita terapkan secara mandiri?

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE