Pengusaha Teknologi Bryan Johnson Desak India untuk Mengatasi Polusi Udara
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pengusaha teknologi sekaligus influencer kesehatan, Bryan Johnson, menyoroti buruknya kualitas udara di India saat tampil di podcast milik Nikhil Kamath, pemilik Zerodha. Johnson bahkan keluar di tengah rekaman setelah mengetahui bahwa Indeks Kualitas Udara atau AQI di dalam ruangan mencapai 130, dengan tingkat PM2.5 sebesar tujuh puluh lima mikrogram per meter kubik, setara dengan menghisap 3,4 batang rokok dalam sehari.
Melansir dari The Hindu, Selasa (11/2), pada 3 Februari, Johnson menjelaskan alasannya pergi lebih awal, "Saat di India, saya mengakhiri podcast ini lebih cepat karena kualitas udara yang buruk. Nikhil Kamath adalah tuan rumah yang baik, dan kami sebenarnya sedang menikmati obrolan. Masalahnya, ruangan tempat kami merekam mengalirkan udara dari luar, sehingga alat pemurni udara yang saya bawa menjadi tidak efektif."
Miliuner yang menjalankan kampanye anti-penuaan berjudul "Don't Die" ini sejak itu mendorong masyarakat India untuk bersatu dan mengambil tindakan.
Menurut Johnson, polusi udara di India sudah menjadi hal yang terlalu biasa sehingga banyak orang tidak lagi menyadarinya.
"Tidak ada yang memakai masker, padahal itu bisa sangat mengurangi paparan polusi. Ini sangat membingungkan. Bukti menunjukkan bahwa meningkatkan kualitas udara di India akan lebih berdampak bagi kesehatan masyarakat dibandingkan menyembuhkan semua jenis kanker," katanya.
Ia menambahkan bahwa kondisi udara saat ini cukup parah untuk dikategorikan sebagai darurat kesehatan nasional. "Saya tidak tahu kepentingan, uang, dan kekuatan apa yang membuat keadaan tetap seperti ini, tapi ini sangat buruk bagi seluruh negeri," cuitnya.
Bagi Johnson sendiri, dampaknya cukup parah. "Ini hari ketiga saya di India, dan polusi udara membuat kulit saya mengalami ruam serta mata dan tenggorokan saya terasa perih," ungkapnya.
Para ahli merekomendasikan AQI 50 sebagai batas normal bagi manusia. AQI antara 50 hingga 100 bisa berisiko bagi bayi, lansia, dan penderita asma. Jika AQI melebihi 100, kondisi ini buruk bagi orang dengan penyakit paru-paru, kelompok usia tua, dan anak-anak. Bahkan, orang sehat pun bisa mengalami iritasi, batuk, dan sesak napas.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!