Iran Siap Serang Balik Jika AS Berani Gempur Teheran

Iran Siap Serang Balik Jika AS Berani Gempur Teheran
- (Dok. istimewa).

TEHERAN - Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, dalam pidatonya di parlemen, Minggu (11/1), memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar tidak melakukan "kesalahan perhitungan" dengan turut campur urusan dalam negeri mereka.

"Mari kita perjelas: Jika terjadi serangan terhadap Iran, wilayah pendudukan (Israel) serta semua pangkalan dan kapal AS akan menjadi target sah kita," kata Qalibaf, mantan komandan di Garda Revolusi Iran.

Teheran dengan tegas menyatakan akan membalas serangan terhadap Israel dan pangkalan Amerika Serikat (AS), jika AS menyerang Iran. Di pihak lain, sumber-sumber Israel mengatakan Israel berada dalam keadaan siaga tinggi terhadap kemungkinan intervensi AS.

Di tengah rezim ulama Iran menghadapi aksi protes anti-pemerintah terbesar sejak tahun 2022, Presiden AS, Donald Trump telah berulang kali mengancam akan campur tangan dalam beberapa hari terakhir, sembari memperingatkan para pemimpin Iran agar tidak menggunakan kekerasan terhadap para demonstran.

Korban Tewas Meningkat

Tiga sumber Israel, yang hadir dalam konsultasi keamanan Israel selama akhir pekan, mengatakan Israel berada dalam keadaan siaga tinggi, tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut apa yang dimaksud dengan itu.

Juru bicara pemerintah Israel menolak berkomentar, namun militer negara itu seperti disampaikan sumber-sumber Yerusalem dalam keadaan siaga tinggi terhadap kemungkinan intervensi AS di Iran.

Israel berada dalam siaga tinggi terhadap kemungkinan intervensi AS ke Iran, karena pihak berwenang di sana menghadapi protes anti-pemerintah terbesar dalam beberapa tahun terakhir, menurut tiga sumber Israel yang mengetahui masalah tersebut.

Presiden Donald Trump telah berulang kali mengancam akan campur tangan dalam beberapa hari terakhir dan memperingatkan penguasa Iran agar tidak menggunakan kekerasan terhadap para demonstran. Pada Sabtu (10/1), Trump mengatakan AS siap membantu.

Sumber-sumber tersebut, yang hadir dalam konsultasi keamanan Israel selama akhir pekan, tidak menjelaskan secara rinci apa arti status siaga tinggi Israel. Israel dan Iran terlibat perang selama 12 hari pada bulan Juni.

Dalam percakapan telepon pada hari Sabtu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio membahas kemungkinan intervensi AS di Iran, menurut sumber Israel yang hadir dalam percakapan tersebut.

Seorang pejabat AS membenarkan bahwa kedua pria itu berbicara tetapi tidak mengatakan topik apa yang mereka diskusikan.

Israel belum mengisyaratkan keinginan untuk campur tangan di Iran di tengah protes yang melanda negara itu, dengan ketegangan antara kedua musuh bebuyutan tersebut meningkat karena kekhawatiran Israel tentang program nuklir dan rudal balistik Iran.

Dalam sebuah wawancara dengan Economist yang diterbitkan pada hari Jumat, Netanyahu mengatakan akan ada konsekuensi mengerikan bagi Iran jika negara itu menyerang Israel.

Merujuk pada protes tersebut, dia berkata: "Untuk hal-hal lain, saya pikir kita harus melihat apa yang terjadi di dalam Iran". ST/CNA/SB/E-9

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE