Ini Dia Cara Agar Transmisi CVT Tahan Lama, Bisa Tembus Ratusan Kilometer!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Transmisi CVT (Continuously Variable Transmission) semakin banyak digunakan pada mobil matik modern berkat sensasi berkendara yang halus dan efisien.
Tapi sayangnya, banyak pengguna yang belum memahami cara merawat transmisi jenis ini dengan benar. Alhasil, CVT sering dicap "kentang" dan cepat rusak.
Padahal, menurut Hermas Efendi Prabowo, pemilik bengkel spesialis Worner Matic, transmisi CVT bisa awet hingga ratusan ribu kilometer, asalkan dirawat dengan tepat sejak awal.
Salah satu kunci utamanya adalah gaya berkendara. Banyak pengguna yang tanpa sadar sering melakukan kickdown atau menekan gas dalam-dalam saat ingin akselerasi cepat. Padahal, kebiasaan ini justru bisa memperpendek umur CVT.
"Sering kebut-kebutan atau injak gas mendadak itu mempercepat keausan sabuk baja pada pulley CVT. Dalam jangka panjang, sabuk bisa melar bahkan putus," ungkap Hermas.
Tak cuma soal gaya mengemudi, medan jalan yang dilalui juga harus diperhatikan. CVT tidak dirancang untuk beban berat atau tanjakan ekstrim seperti transmisi otomatis konvensional.
"CVT punya toleransi terhadap torsi dan tenaga yang lebih terbatas. Kalau dipaksa terus-terusan di medan berat, lama-lama jebol juga," lanjutnya.
Hermas menyarankan untuk mengganti oli CVT lebih cepat dari yang direkomendasikan pabrikan. Khususnya untuk mobil yang sering digunakan di kondisi macet dan stop-and-go, karena beban kerja transmisinya jauh lebih besar dibandingkan mobil yang melaju lancar.
"Kalau pabrikan minta ganti oli tiap 80 ribu km, sebaiknya ganti di 40 ribu km saja untuk jaga-jaga. Karena macet bikin kerja CVT dua kali lebih berat," jelasnya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!