Verstappen Kuasai Monza, McLaren Drama Tim Orders di F1 Italia 2025
JAKARTA, GENVOICE.ID - Max Verstappen kembali menunjukkan dominasinya di Formula 1 dengan meraih kemenangan ketiga musim ini pada Grand Prix Italia 2025 di Sirkuit Monza, Minggu (7/9). Pebalap Red Bull itu mengubah pole position menjadi kemenangan meyakinkan, mengalahkan duo McLaren, Lando Norris dan Oscar Piastri, yang harus rela finis di belakangnya setelah drama di pit stop dan strategi tim.
Balapan langsung panas sejak lampu start padam. Norris sempat menekan Verstappen hingga membuat sang juara dunia harus memotong chicane pertama. Untuk menghindari penalti, Verstappen menyerahkan posisi kepada Norris di awal lap kedua, namun tak butuh waktu lama bagi pebalap Belanda itu untuk merebut kembali pimpinan balapan. Dari sana, Verstappen melaju dengan tenang, menjaga jarak dan mengatur strategi pit stop lebih awal demi mengunci keunggulan.
Drama justru hadir di kubu McLaren. Piastri sempat menyalip Norris usai pit stop lambat yang dialami rekannya. Tim lalu menginstruksikan agar Piastri mengembalikan posisi kepada Norris, keputusan yang sempat dipertanyakan sang pebalap Australia. Namun, Piastri akhirnya menurut, memastikan Norris tetap finis kedua sementara dirinya ketiga.
Ferrari gagal memenuhi harapan tifosi di kandang sendiri. Charles Leclerc hanya mampu finis keempat, terpaut beberapa detik dari podium. George Russell melengkapi lima besar untuk Mercedes, sementara Lewis Hamilton berhasil bangkit dari penalti grid dan finis keenam.
Di lini tengah, Alexander Albon tampil impresif dengan membawa Williams finis ketujuh, diikuti Gabriel Bortoleto dari Kick Sauber, Kimi Antonelli dengan Mercedes, dan Isack Hadjar yang mengamankan poin terakhir meski start dari pit lane.
Sementara itu, Fernando Alonso harus apes dengan mobil Aston Martin-nya mengalami kerusakan suspensi. Nico Hulkenberg bahkan tak sempat start karena masalah hidrolik. Drama kecil juga terjadi di belakang, termasuk insiden senggolan antara Ollie Bearman dan Carlos Sainz.
Bagi Verstappen, kemenangan di Monza ini terasa spesial. "Lap pertama memang sulit, tapi setelah itu kami bisa melaju dengan nyaman. Tim bekerja fantastis, strategi tepat, dan mobil sangat kuat. Menang di sini selalu jadi momen yang luar biasa," ujarnya.
Setelah Monza, F1 akan berlanjut ke Azerbaijan pada 19-21 September mendatang. Semua mata kini tertuju apakah dominasi Verstappen akan berlanjut di jalanan Baku atau McLaren bisa membalas dendam.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!