Black Sabbath Kehilangan Ozzy Osbourne, Sang ‘Prince of Darkness’ yang Menjadi Ikon Musik Metal
JAKARTA, GENVOICE.ID - Black Sabbath kini resmi kehilangan sosok paling ikonis mereka, Ozzy Osbourne. Sang vokalis legendaris tutup usia pada 22 Juli 2025 di usia 76 tahun, meninggalkan duka mendalam bagi dunia musik, terutama bagi band yang membesarkan namanya. Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga melalui unggahan di akun Instagram resmi Ozzy.
Sebagai vokalis dan figur utama Black Sabbath, Ozzy bukan sekadar penyanyi. Ia adalah wajah, suara, dan semangat dari band yang dianggap sebagai pelopor musik heavy metal. Kehadirannya di atas panggung, gaya bernyanyinya yang khas, dan persona gelapnya membuat Ozzy dijuluki "Prince of Darkness"-gelar yang terus melekat sepanjang kariernya.
Didirikan pada tahun 1968 di Birmingham, Inggris, Black Sabbath menciptakan genre baru yang saat itu belum pernah terdengar: musik keras, gelap, dan reflektif terhadap dunia yang sedang kacau. Bersama Tony Iommi, Geezer Butler, dan Bill Ward, Ozzy menjadi bagian dari rilisan album-album revolusioner seperti "Paranoid" (1970), "Master of Reality" (1971), dan "Sabbath Bloody Sabbath" (1973). Majalah Rolling Stone bahkan menobatkan "Paranoid" sebagai salah satu album terbaik sepanjang masa, dan menyebut Black Sabbath sebagai "pencipta genre metal yang sebenarnya".
Kiprah Ozzy bersama Sabbath sempat terhenti pada 1979 akibat konflik internal dan masalah kecanduan. Namun kepergiannya justru menandai awal karier solo yang juga tak kalah sukses. Di saat bersamaan, band tetap berlanjut dengan vokalis lain, namun banyak penggemar dan kritikus sepakat: era Ozzy adalah era keemasan Sabbath.
Kebersamaan mereka kembali terjalin dalam berbagai reuni, termasuk dalam peluncuran album 13 (2013) dan tur-tur besar. Penampilan terakhir mereka terjadi di Birmingham pada 5 Juli 2025, dalam konser bertajuk Back to the Beginning. Di atas panggung, meski tampil dalam kondisi fisik lemah, Ozzy tetap mampu menyihir penonton. Konser itu kini dikenang sebagai perpisahan sejati dari seorang legenda.
Musisi-musisi ternama pun menyampaikan penghormatan mereka. James Hetfield dari Metallica menyebut Ozzy sebagai "pintu gerbang pertama" bagi banyak orang yang mencintai musik metal. Sementara Loudwire menuliskan: "Tanpa Ozzy, tak akan ada metal seperti yang kita kenal hari ini."
Kehilangan Ozzy Osbourne adalah kehilangan satu generasi. Dan bagi Black Sabbath, kepergiannya bukan sekadar kehilangan vokalis-tetapi kehilangan jiwa band itu sendiri.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!