Netizen Geram! Bandingkan Ucapan Menteri Bahlil dengan Harga Pertamax yang Melejit: Katanya Janji Tidak Akan Naik?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Masyarakat dibuat bingung dengan dinamika harga bahan bakar minyak terbaru hari ini.
Di satu sisi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, baru saja memberikan angin segar dengan berjanji bahwa harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Namun di sisi lain, pengendara justru dikejutkan dengan lonjakan harga Pertamax yang tiba-tiba meroket menjadi Rp 16.250 per liter.
Perbedaan situasi ini langsung memicu perbincangan hangat di kalangan pemilik kendaraan. Banyak masyarakat yang sempat mempertanyakan korelasi antara janji pemerintah dengan kenyataan di papan harga SPBU hari ini.
Melihat respons tersebut, pihak terkait kembali meluruskan bahwa janji yang disampaikan oleh Menteri Bahlil murni berlaku untuk BBM jenis subsidi dan kompensasi, seperti Pertalite dan Solar. Pemerintah berkomitmen penuh menjaga daya beli masyarakat dengan mempertahankan harga kedua jenis bahan bakar tersebut tetap stabil hingga penutupan tahun.
Sementara itu, Pertamax dan Pertamax Green masuk ke dalam kategori BBM nonsubsidi atau jenis bahan bakar umum. Sesuai aturan yang berlaku, harga untuk kelompok ini memang mengikuti mekanisme pasar dan fluktuasi harga minyak mentah dunia, sehingga penyesuaian tarif bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa harus menunggu akhir tahun.
Jadi bagi Anda para pengguna Pertamax, tampaknya harus mulai berlapang dada dan mengatur strategi pengeluaran ekstra. Meskipun BBM subsidi dijanjikan aman sampai akhir tahun, harga bahan bakar nonsubsidi ini sudah resmi mencetak rekor baru hari ini.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!