Ternyata Ini Alasan Utama Kenapa Pencarian 5 Wartawan Hilang di Anak Krakatau Belum Dilakukan via Udara
JAKARTA, GENVOICE.ID - Upaya pencarian lima orang wartawan dan seorang pemandu wisata lokal yang dilaporkan hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau terus memicu keprihatinan publik.
Di tengah penantian yang mendebarkan dari pihak keluarga, banyak orang bertanya-tanya mengapa tim penyelamat belum juga menerjunkan helikopter atau armada udara untuk menyisir lokasi dari atas langit.
Pihak berwenang akhirnya membeberkan alasan teknis di balik keputusan tersebut. Penyebab utamanya adalah ancaman semburan abu vulkanik tebal yang masih melontar dari kawah gunung. Partikel abu vulkanik yang tajam sangat berbahaya bagi sistem mesin helikopter karena dapat memicu kerusakan mendadak hingga kegagalan mesin di udara. Selain itu, faktor cuaca ekstrem yang memicu kabut tebal dan jarak pandang yang sangat terbatas di Selat Sunda membuat penerbangan jarak rendah menjadi keputusan yang terlalu berisiko bagi keselamatan tim SAR.
Oleh karena itu, fokus penyisiran saat ini dialihkan secara maksimal melalui jalur laut. Tim SAR gabungan dari Basarnas, Polairud, hingga nelayan lokal terus mengerahkan kapal patroli untuk mengarungi perairan Selat Sunda serta menyisir setiap sudut pesisir pulau-pulau kecil di sekitar kawasan Gunung Krakatau yang berpotensi menjadi titik terdamparnya perahu rombongan.
Belum digunakannya jalur udara murni berpatokan pada pertimbangan keselamatan penerbangan di zona bahaya erupsi. Penyisiran darat dan laut terus diupayakan sekuat tenaga dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!