Denada Dituntut Anak Kandung, Pemuda Banyuwangi Ngaku Ditelantarkan Dan Lapor Ke Pengadilan!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Dunia hiburan tanah air lagi diguncang kabar yang bener-bener bikin syok dan nggak disangka-sangka nih, Gen. Penyanyi senior Denada Tambunan mendadak jadi pusat perhatian publik setelah muncul seorang pemuda asal Banyuwangi, Jawa Timur, yang memberikan pengakuan sangat berani. Pemuda bernama Al Ressa Rizky Rossano ini secara terang-terangan mengaku kalau dirinya adalah anak kandung biologis dari Denada yang selama ini sengaja disembunyikan dan ditelantarkan dari dunia luar.
Drama keluarga yang super heboh ini pecah saat Ressa didampingi kuasa hukumnya muncul di hadapan media pada Kamis, 8 Januari 2026, untuk menceritakan nasib malangnya yang selama 24 tahun hidup tanpa pengakuan dan kasih sayang seorang ibu. Nggak cuma sekadar omong kosong di depan kamera, pemuda yang kini bekerja sebagai penjaga toko kelontong ini ternyata sudah membawa masalah ini ke ranah hukum yang sangat serius. Ia resmi melaporkan Denada ke Pengadilan Negeri Banyuwangi atas dugaan perbuatan melawan hukum, khususnya terkait penelantaran anak.
Kasus ini sontak bikin netizen bertanya-tanya tentang kebenaran di balik masa lalu sang penyanyi, apalagi Ressa membawa bukti-bukti yang menurutnya cukup kuat untuk membuktikan kalau ada darah Denada yang mengalir di tubuhnya, Gen.
Gugatan hukum ini sebenarnya sudah didaftarkan sejak tanggal 26 November 2025 dengan nomor perkara 288. Meski proses hukum sudah berjalan dan pengadilan sempat mencoba melakukan mediasi alias upaya perdamaian, kabarnya pihak Denada justru tidak pernah hadir alias mangkir dari panggilan tersebut. Hal ini bikin pihak Ressa merasa tidak ada itikad baik dari sang artis untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
Hidup Susah dan Putus Kuliah Demi Bertahan Hidup
Kuasa hukum Ressa, Moh. Firdaus Yuliantono, membenarkan kalau kliennya menuntut hak-hak yang seharusnya ia dapatkan sejak lahir pada tahun 2002 silam. Selama hampir seperempat abad, Ressa mengaku hidup dalam keterbatasan ekonomi yang sangat kontras dengan kehidupan mewah para selebritas di Jakarta. Ia bahkan harus berpindah-pindah tempat tinggal secara nomaden antara rumah tantenya dan sebuah rumah milik Denada di Banyuwangi tanpa kejelasan status yang pasti.
"Benar. Tergugat adalah seorang artis dengan inisial D. Kami telah melakukan gugatan atas perbuatan melawan hukum dengan tergugat adalah orang tua kandungnya sendiri," ujar Firdaus memberikan konfirmasi hukumnya.
Ressa sendiri menceritakan pengalaman pahitnya yang nggak pernah bertemu langsung dengan sosok yang ia klaim sebagai ibunya itu, bahkan saat momen lebaran sekalipun. Ia baru mengetahui identitas ibu kandungnya setelah melakukan penelusuran mandiri selama bertahun-tahun. Akibat tidak adanya nafkah sepeser pun dari pihak ibu, masa depan pendidikan Ressa pun hancur berantakan. Ia sempat bermimpi ingin kuliah di Jakarta, namun realitanya ia cuma sanggup bertahan sampai semester empat di kampus swasta lokal sebelum akhirnya harus putus sekolah karena nggak kuat bayar biaya semesteran.
"Sempat kuliah sampai semester 4 tapi DO (dropout) gak kuat bayar," ungkap Ressa dengan nada sedih saat menjelaskan kondisinya.
Tuntutan Pengakuan dan Tanggung Jawab Moral
Kini, demi menyambung hidup, Ressa harus bekerja keras menjaga toko kelontong yang buka 24 jam dengan penghasilan yang bahkan di bawah standar gaji minimum di Banyuwangi. Melalui jalur hukum ini, Ressa bukan cuma sekadar mencari materi, tapi lebih kepada permintaan pertanggungjawaban moral dan pengakuan resmi kalau ia adalah anak biologis dari Denada Tambunan.
Pihak Ressa masih berharap ada pintu dialog yang terbuka agar masalah ini nggak perlu berlarut-larut di pengadilan. Tapi kalau tetap nggak ada respons, mereka siap tempur habis-habisan di meja hijau demi mendapatkan keadilan bagi hak-hak Ressa yang terabaikan selama puluhan tahun ini, Gen. Kita tunggu saja gimana tanggapan resmi dari pihak Denada soal tuduhan yang sangat serius ini!
Menurut Gen, apakah pengakuan mendadak dari pemuda Banyuwangi ini murni mencari keadilan atau ada motif lain di baliknya?
0 Comments
- Barcelona Terancam Gugur dari Liga Champions Usai Kalah dari Chelsea, Hansi Flick Tetap Pede Bisa Lolos!
- Daftar Pemain Tim Indonesian All-Star di Piala Presiden 2025 Ditentukan Lewat Voting, Ini Syaratnya!
- Jadwal Tayang Stranger Things Versi Animasi Rilis, Siap Ajak Nostalgia Ke Hawkins Tahun 1985 Dengan Monster Baru Yang Le...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!