McLaren Dihujat karena Team Order, Begini Tanggapan Kepala Tim
JAKARTA, Genvoice.id - Kontroversi memanas usai McLaren menerapkan team order pada akhir Grand Prix Italia 2025. Oscar Piastri yang sempat unggul karena pitstop cepat, justru diminta menyerahkan posisi kepada Lando Norris setelah Norris tertahan oleh masalah pitstop lambat. Langkah ini memicu reaksi keras dari penggemar, Norris bahkan disambut dengan cemoohan saat podium, meski keputusan itu tetap dipertahankan oleh tim.
Tim Principal McLaren, Andrea Stella kemudian angkat bicara. Menurutnya keputusan itu soal keadilan dan konsistensi prinsip tim.
"Ini bukan hanya soal fairness, tapi juga konsistensi dengan prinsip kita," tegas Stella seusai balapan dikutip dari laman resmi F1.
Ia juga menyebut penempatan awal Piastri duluan untuk masuk pitstop adalah untuk menjaga posisinya dari serangan Charles Leclerc, dan bahwa instruksi memberi posisi kembali sesuai dengan posisi sebelum pitstop adalah langkah tepat. Stella mengatakan kalau komunikasi tim adalah yang utama.
"Apa pun hasil kejuaraan, yang penting adalah kompetisi ini berjalan sesuai prinsip dan nilai-nilai yang kita bangun bersama pembalap," tegasnya.
Sementara itu, Lando Norris yang mendapat cemoohan dari para penonton, menanggapi itu dengan santai. Ia mengatakan bahwa McLaren sudah melakukan tindakan yang benar dan tidak peduli dengan perkataan orang lain. Selama itu adil, Norris turut mendukung keputusan tim.
Hal yang sama juga ditunjukkan Oscar Piastri, sang pemimpin klasemen, menilai keputusan tersebut adil. Ia mengakui bahwa meski sempat bingung karena insiden pitstop Norris yang lambat merupakan bagian dari jalannya balapan, tapi ia memilih mengikuti instruksi dengan pikiran bahwa yang dilakukan ini untuk kebaikan tim.
"Dalam satu tim, banyak yang dipertaruhkan, bukan hanya kita, ada mekanik, strategi, dan integritas bersama," ujar Piastri dikutip dari laman ESPN, sambil menambahkan bahwa mereka akan membahas situasi ini lebih lanjut.
Dengan adanya insiden ini, membuat atmosfer perebutan kejuaraan makin panas. Norris memangkas jarak poin dengan Piastri menjadi 31, meski sempat diterpa backlash publik. Namun McLaren menegaskan bahwa nilai-nilai tim tetap menjadi prioritas, meskipun diterjemahkan dalam keputusan sulit seperti ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!