Juara Dunia Konstruktor 2025, McLaren jadi Tim Tersukses Kedua

Juara Dunia Konstruktor 2025, McLaren jadi Tim Tersukses Kedua
Ilustrasi gelar 10 McLaren. - (Dok. X/@MclarenF1).

JAKARTA, Genvoice.id - Gelar juara dunia konstruktor Formula 1 musim 2025 akhirnya jatuh ke tangan McLaren. Kemenangan ini tidak cuma mempertegas dominasi mereka musim ini, tetapi juga menempatkan McLaren sebagai tim tersukses kedua dalam sejarah F1 berdasarkan jumlah gelar konstruktor.

Pada Grand Prix Singapura 2025, McLaren resmi mengunci gelar juara konstruktor dengan masih adanya enam balapan dan tiga sprint yang tersisa. Kesuksesan ini menjadi gelar konstruktor ke-10 bagi McLaren, menjadikannya tim kedua setelah Ferrari, dengan 16 gelar dalam catatan prestasi sepanjang masa.

Dalam penghitungan poin di klasemen konstruktor setelah GP Singapura, McLaren mengoleksi 650 poin, sedangkan rival terdekat, Mercedes, membukukan 325 poin, tepat separuh dari poin tim asal Jerman tersebut.

Sebelum musim 2025 ini, McLaren sudah mulai merangkak naik dalam catatan sejarah F1. Tahun 2024 mereka merebut gelar konstruktor setelah lama menunggu sejak 1998. Tahun ini menjadikan McLaren sebagai tim pertama sejak awal 1990-an yang mempertahankan gelar konstruktor secara beruntun.

Dengan 10 gelar, McLaren kini berada di posisi kedua di daftar tim yang paling banyak meraih juara konstruktor melewati Williams yang memiliki 9 gelar. Ferrari tetap kokoh di puncak dengan 16 gelar.

Di balik angka sukses, McLaren juga menghadapi tantangan signifikan, terutama dalam hal manajemen interpersonal antara para pembalapnya, Lando Norris dan Oscar Piastri.

Insiden menarik terjadi saat balapan Singapura, ketika Norris dan Piastri berselisih dalam manuver di awal lap. Piastri menilai langkah tersebut tidak adil, sementara tim memilih tidak menghukum salah satu.

Meski demikian, hingga saat ini McLaren berpegang pada filosofi "let them race", yaitu memberi kebebasan kepada kedua pembalap untuk berjibaku di trek sendiri tanpa intervensi berlebihan dari tim.

Namun, Stella menyebut bahwa di tahap akhir musim ini, filosofi tersebut mungkin butuh penyesuaian agar persaingan internal tidak merusak performa tim secara keseluruhan.

Dengan keberhasilan musim ini, McLaren telah menorehkan bab baru dalam sejarahnya, kembali sebagai kekuatan elite di Formula 1. Menjadi tim tersukses kedua bukanlah sekadar status, melainkan bukti transformasi dan konsistensi performa dalam era kompetitif.

Sekarang misi mereka cuma satu, fokus pada kedua pembalap mereka agar tidak kecolongan dengan pembalap tim raih dan harus meraih gelar juara dunia pembalap juga.

F
Fahri Ramadhan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE