Video PHK Gudang Garam Viral, Diduga Akibat Daya Beli Menurun dan Cukai Rokok Naik

KSPI Beri Peringatan, PHK Massal di Industri Rokok Bisa Terdampak Ratusan Ribu Pekerja Lainnya.

Video PHK Gudang Garam Viral, Diduga Akibat Daya Beli Menurun dan Cukai Rokok Naik
Tangkapan layar ketika buruh mengantri untuk bersalaman dengan rekan kerjanya. - (Dok. Instagram @rumpi_gosip).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Sebuah video pendek yang viral di TikTok dan Instagram menunjukkan dugaan PHK massal di pabrik rokok PT Gudang Garam di Tuban, Jawa Timur. Kabar ini langsung direspons oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Said Iqbal, Presiden KSPI, mengaku baru mendengar kabar tersebut dan sedang melakukan pengecekan lebih lanjut. "Kami baru dapat kabarnya telah terjadi PHK buruh rokok PT Gudang Garam. Kita akan cek dulu," katanya.

Kalau kabar ini benar, dampaknya bukan main-main, lho! Menurut Said Iqbal, efek domino dari PHK ini bisa menyentuh ratusan ribu pekerja lainnya. Kok bisa? Karena industri rokok ini punya ekosistem yang luas.

Mulai dari buruh tembakau, sopir logistik, pedagang kecil, sampai pemilik kontrakan di sekitar pabrik, semuanya bisa kena imbas. Jadi, bayangin, kalau satu pabrik besar seperti Gudang Garam goyang, ribuan orang di sekitarnya juga ikut merasakan getarannya.

Kenapa sih PHK Ini Bisa Terjadi?

Said Iqbal punya beberapa analisis terkait penyebab dugaan PHK ini. Pertama, ini bisa jadi bukti bahwa daya beli masyarakat masih rendah. Kalau daya beli menurun, otomatis produksi juga ikut turun.

Logika sederhananya, orang-orang berpikir dua kali untuk membeli rokok, akhirnya pabrik mengurangi produksi dan berujung pada PHK.

Selain itu, ia juga menyoroti faktor lain. Pasokan tembakau yang terbatas dan produk Gudang Garam yang dianggap kurang inovatif dan kalah saing di pasaran juga jadi penyebab. Ia bahkan mengklaim produk rokok Gudang Garam kurang mengikuti tren.

Ditambah lagi, kenaikan cukai rokok yang terus-menerus juga memberi tekanan berat pada industri ini. Semua faktor ini seolah jadi badai yang menerjang industri rokok.

Seruan Selamatkan Buruh dan Industri Rokok Nasional

Melihat potensi PHK besar-besaran ini, Said Iqbal tidak tinggal diam. Ia menyerukan agar pemerintah pusat dan daerah segera turun tangan. Baginya, industri rokok nasional harus dilindungi, begitu juga dengan puluhan ribu buruh yang nasibnya terancam.

Meskipun begitu, ia juga menegaskan bahwa kampanye kesehatan tetap harus dijalankan. Artinya, perlindungan industri dan buruh tetap bisa berjalan beriringan dengan edukasi kesehatan bagi masyarakat.

"Selamatkan industri rokok nasional. Selamatkan puluhan ribu buruh terancam PHK. Tetap dijaga kampanye kesehatan," ujarnya.

Semoga kabar ini tidak benar dan ada solusi terbaik buat para pekerja, ya Gen!

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE