TikTok PHK Massal! 150 Karyawan di Jerman Tersingkir, Posisi Langsung Diambil Alih AI
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, kabar mengejutkan datang dari raksasa media sosial TikTok. Platform ini memutuskan hubungan kerja dengan 150 pegawai tim trust and safety di Jerman, lalu menggantikan peran mereka dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan tenaga kontrak. Keputusan ini memicu gelombang protes, aksi mogok, hingga adu argumen dengan serikat pekerja yang membela hak para karyawan.
Langkah TikTok ini berarti seluruh tim moderasi konten di Berlin-yang biasanya bertugas menyaring video berbahaya seperti kekerasan, pornografi, ujaran kebencian, hingga hoaks-akan dibubarkan total. Padahal, tim ini memegang peranan penting untuk pasar pengguna berbahasa Jerman, yang jumlahnya mencapai 32 juta akun aktif.
Serikat pekerja menuntut pesangon yang layak serta perpanjangan masa pemberitahuan PHK hingga satu tahun. Namun, pihak TikTok disebut menutup pintu diskusi. "Pada dasarnya mereka berkata, 'Kami tidak mau berbicara dengan kalian,' jadi setelah itu kami melakukan dua kali mogok kerja," ungkap Kalle Kunkel, juru bicara serikat ver.di wilayah Berlin-Brandenburg, dilansir dari Reuters.
Menurut data serikat, satu orang moderator bisa meninjau hingga 1.000 video setiap harinya, bekerja berdampingan dengan sistem AI. Masalahnya, AI TikTok dinilai masih sering salah mengambil keputusan-termasuk menghapus konten yang sebenarnya aman seperti bendera pelangi Pride, sementara membiarkan video yang jelas berbahaya tetap beredar. "AI tidak benar-benar mampu mengidentifikasi gambar atau video bermasalah, terutama untuk konten yang rumit," lanjut Kunkel.
Pihak TikTok beralasan PHK dilakukan demi efisiensi dan kelancaran proses kerja, sambil memastikan keamanan platform tetap terjaga. Tapi sikap ini tak menyurutkan protes. Serikat pekerja menggelar aksi mogok penuh pada akhir Juli untuk menekan manajemen agar mau negosiasi.
Meski begitu, perusahaan malah mengirim peringatan ke pegawai yang ikut mogok saat jam kerja, bahkan mengancam akan menindak lewat jalur hukum. Padahal, hukum di Jerman tidak mewajibkan pekerja memberitahu atasan jika mogok resmi diumumkan serikat.
Fenomena ini bukan pertama kalinya terjadi. Tahun lalu TikTok juga memangkas ratusan moderator di Belanda dan Malaysia, lalu mengandalkan AI untuk pekerjaan yang sama. Tren ini menunjukkan bahwa peran manusia di moderasi konten makin terdesak oleh teknologi otomatis, meski akurasinya masih jadi tanda tanya besar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!