Timnas Selancar Ombak Indonesia Tampil Tangguh di Awal World Surfing Games 2025
JAKARTA, GENVOICE.ID - Tim nasional selancar ombak Indonesia menunjukkan performa impresif di babak pertama ajang International Surfing Association (ISA) World Surfing Games 2025 yang digelar di La Bocana, El Salvador. Kompetisi yang berlangsung pada Sabtu (6/9) waktu setempat atau Minggu WIB ini mempertemukan atlet-atlet papan atas dunia dari berbagai negara dalam pertarungan bergengsi di atas ombak.
Dari total enam peselancar yang dikirimkan Indonesia, empat di antaranya berhasil melaju ke babak kedua. Satu atlet belum bertanding, sementara satu lainnya harus menjalani laga di babak Repechage 1, fase eliminasi bagi atlet yang belum lolos otomatis.
Pelatih kepala timnas surfing Indonesia, Arya Subyakto, mengakui bahwa babak selanjutnya akan menjadi tantangan besar, terutama karena dominasi negara-negara dari kawasan Amerika Tengah dan Selatan yang mengirimkan kekuatan penuh ke turnamen ini.
"Pertandingan di round 2 akan berlangsung berat baik di nomor putri maupun putra, karena banyaknya atlet dari Amerika Tengah dan Selatan yang rata-rata mengirimkan full team," ujar Arya.
Salah satu atlet yang tampil menonjol adalah Dhany Widianto. Ia memimpin Heat 3 dengan total skor 7,87, mengungguli Logan Nicol dari Inggris, Neil Sanchez dari Filipina, dan Zebedee Bamford dari Kepulauan Virgin Britania Raya.
Penampilan solid juga ditunjukkan oleh I Made Pajar Ariyana yang finis di posisi kedua dalam Heat 7 dengan raihan poin 8,57. Ia bersaing ketat dengan Arran Strong dari Inggris, Manoa Tarroux dari Vanuatu, dan Teshawn Jones dari Kepulauan Virgin Britania Raya.
Sementara itu, Hairil "Oney" Anwar masih belum tampil dan dijadwalkan bertanding dalam waktu dekat. Dari sektor putri, dua atlet Indonesia juga mengamankan tiket ke babak kedua. Kailani Johnson dan Taina Izquierdo masing-masing finis sebagai runner-up di heat mereka.
Namun tidak semua berjalan mulus. Dhea Natasya harus puas di posisi ketiga dalam heat-nya, yang membuatnya terpaksa turun ke babak Repechage 1. Ini adalah babak eliminasi yang menjadi satu-satunya jalan bagi Dhea untuk tetap bertahan dalam kompetisi.
Arya menyebut bahwa setiap tahun tingkat persaingan semakin ketat, baik untuk putra maupun putri. Salah satu faktornya adalah keterlibatan negara-negara Eropa yang kini diperkuat oleh atlet-atlet berdarah campuran yang memiliki paspor ganda dan berdomisili di kawasan Amerika.
"Negara-negara Eropa yang sebelumnya tidak terlalu diperhitungkan, saat ini diperkuat oleh atlet-atlet keturunan mereka yang berdomisili di benua Amerika Utara maupun Selatan," katanya.
Di ajang bergengsi ini, Arya didampingi oleh pelatih teknik Dylan Amartha serta pelatih fisik Gabriela Mackanic yang turut berperan dalam mempersiapkan para atlet menghadapi medan berat di El Salvador.
World Surfing Games 2025 diikuti oleh para peselancar terbaik dunia, termasuk 22 atlet Olimpiade. Di antaranya adalah Kauli Vaast dari Prancis, peraih medali emas di Olimpiade Paris 2024, serta Amuro Tsuzuki dari Jepang yang merebut medali perunggu di Olimpiade Tokyo 2020.
Meskipun edisi tahun ini tidak memuat skenario kualifikasi langsung menuju Olimpiade Los Angeles 2028, hasil dari turnamen ini akan memengaruhi peringkat dan unggulan para atlet di kualifikasi mendatang. Hal ini disampaikan oleh Federasi Selancar Internasional (ISA) dalam pernyataannya.
World Surfing Games 2025 akan berlangsung hingga 13 September, dengan babak final dan upacara penutupan dijadwalkan pada 14 September. Indonesia masih menyimpan asa besar untuk mencetak sejarah dalam ajang ini, seiring penampilan kuat para atlet yang telah ditunjukkan sejak hari pertama.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!