Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Padat! 37 Bandara InJourney Dipastikan Siap Layani Penumpang

Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Padat! 37 Bandara InJourney Dipastikan Siap Layani Penumpang
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memastikan kesiapan operasional seluruh bandara yang dikelolanya untuk menghadapi arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Wakil Direktur Utama InJourney Airports, Achmad Syahir, mengatakan seluruh bandara yang berada di bawah pengelolaan perusahaan telah dipastikan siap melayani lonjakan penumpang selama periode mudik.

Menurutnya, InJourney saat ini mengelola total 37 bandara di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 bandara telah berstatus internasional sesuai ketentuan terbaru dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang mulai berlaku sejak 8 Agustus 2025.

Ia menjelaskan bahwa bandara-bandara tersebut tersebar dari Aceh hingga Papua dan seluruhnya telah dipersiapkan untuk menghadapi peningkatan aktivitas penerbangan selama musim mudik.

Sebagai bentuk kesiapan, InJourney Airports juga telah menyiagakan berbagai fasilitas serta petugas layanan di area bandara. Salah satunya adalah penyediaan kendaraan menuju terminal yang membantu mengantar penumpang pesawat.

Selain itu, posko angkutan Lebaran akan mulai dioperasikan pada 13 hingga 30 Maret 2026 untuk memastikan operasional bandara berjalan lancar selama periode tersebut.

Syahir menyebutkan bahwa selama periode mudik tahun ini diproyeksikan terdapat sekitar 498 ribu penumpang dengan total pergerakan pesawat mencapai sekitar 3.357 penerbangan.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 15 Maret 2026, sementara arus balik diprediksi berlangsung pada 28 Maret 2026.

Dua bandara terbesar yang diperkirakan menjadi yang tersibuk selama periode tersebut adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Berdasarkan prediksi, jumlah pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan mencapai sekitar 179 ribu orang saat arus mudik. Sementara pada periode arus balik pada 28 Maret, jumlah penumpang diproyeksikan meningkat hingga sekitar 198 ribu orang.

Sementara itu, di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, jumlah penumpang pada 14 Maret diperkirakan mencapai sekitar 67 ribu orang. Angka tersebut diprediksi meningkat menjadi sekitar 73 ribu penumpang saat arus balik.

Direktur Utama Aviasi Pariwisata Indonesia, Maya Watono, menambahkan bahwa lonjakan pergerakan penumpang selama periode Lebaran tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas mudik, tetapi juga oleh meningkatnya mobilitas wisatawan.

Menurutnya, pihak InJourney telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi peningkatan tersebut, termasuk pada sektor bandara maupun tingkat okupansi hotel di sejumlah destinasi wisata.

Ia menegaskan bahwa InJourney juga berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi masyarakat dengan menyiagakan layanan operasional selama 24 jam.

Maya mengatakan tahun ini InJourney juga mulai menjalankan transformasi besar dalam pengalaman pelanggan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, proses layanan, hingga fasilitas fisik di berbagai bandara guna menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik.

 
 
M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE