Soal TikTok, Trump Yakin Dapat Persetujuan Tiongkok Pekan Ini
WASHINGTON- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan pihaknya sudah mendekata kata sepakat dengan sebuah perusahaan untuk mengakuisisi aset TikTok di negara tersebut dan segera memulai pembicaraan dengan tiongkok pecan ini.
"Pembicaraan dengan Tiongkok saya pikir akan kami mulai pada Senin atau Selasa. Mungkin dengan Presiden Xi atau salah satu perwakilannya, tetapi hampir mencapai kesepakatan," kata Trump, Jumat (4/7), kepada wartawan di Air Force One dalam perjalanan menuju rumahnya di Bedminster, New Jersey.
Menurut Tump, kesepakatan ini perlu disetujui oleh Tiongkok, seraya menambahkan kalau dia yakin perjanjian itu akan menguntungkan kedua negara. "Presiden Xi dan saya memiliki hubungan yang baik, dan saya pikir itu baik untuk mereka. Saya pikir kesepakatan itu baik untuk Tiongkok, dan itu baik untuk kita," kata Trump.
Dalam wawancara dengan Maria Bartiromo di acara Sunday Morning Futures Fox News minggu lalu, Trump mengisyaratkan bahwa ia telah menemukan pembeli Amerika untuk aplikasi media sosial tersebut, dengan menggambarkan mereka sebagai pemodal yang sangat kaya.
"Ngomong-ngomong, kita sudah punya pembeli untuk TikTok. Saya rasa saya mungkin perlu persetujuan dari Tiongkok. Saya rasa Presiden Xi mungkin akan melakukannya," kata Trump.
Bulan lalu, Trump memperpanjang tenggat waktu untuk ketiga kalinya bagi ByteDance, perusahaan Tiongkok yang mengembangkan TikTok, untuk melepaskan aset AS dari aplikasi berbagi video tersebut. ByteDance memiliki waktu hingga 17 September untuk menemukan pembeli Amerika, menurut Reuters.
AS hampir mencapai kesepakatan awal tahun ini dengan TikTok milik Tiongkok untuk memisahkan operasinya di AS menjadi perusahaan baru yang dimiliki oleh investor AS, tetapi pemerintah Tiongkok mengatakan tidak akan menyetujuinya, dengan alasan tarif pemerintahan Trump.
Memisahkan Diri
TikTok, yang memiliki sekitar 170 juta pengguna aktif bulanan di AS, sebelumnya diharuskan berhenti beroperasi paling lambat 19 Januari. Trump menandatangani perintah eksekutif saat itu yang memperpanjang batas waktu TikTok selama 90 hari lagi. Perpanjangan kedua dikeluarkan pada bulan April dan yang ketiga ditandatangani pada bulan Juni.
Undang-Undang melindungi warga Amerika dari aplikasi yang dikendalikan negara asing, sebagaimana disahkan oleh Kongres pada bulan April 2024 dengan dukungan bipartisan yang luas. Aturan itu memberi waktu sembilan bulan ke TikTok untuk memisahkan diri dari ByteDance atau dihapus dari toko aplikasi dan layanan hosting yang berbasis di AS.
Dalam pengesahan undang-undang tersebut, Kongres mengutip kekhawatiran atas kepemilikan aplikasi tersebut oleh orang Tiongkok, yang menurut para anggota berarti aplikasi tersebut berpotensi dijadikan senjata atau digunakan untuk mengumpulkan sejumlah besar data pengguna. FoxNews
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!