Mobil Listrik Bisa Terbakar di Jalan? Ini Langkah Darurat yang Wajib Dilakukan!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Mobil listrik makin digandrungi karena tampilannya keren, bebas polusi, dan hemat energi. Tapi jangan salah, Gen, di balik semua kelebihannya, mobil listrik tetap punya risiko terbakar, apalagi kalau kondisinya lagi sial banget. Dan kalau kejadian ini sampai terjadi di jalanan, kamu harus tahu apa yang harus dilakukan - bukan panik atau cuma nonton dari balik kemudi.
Menurut Yannes Martinus Pasaribu, pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, langkah pertama dan paling penting kalau mobil listrik kamu mulai terbakar, sekecil apa pun apinya, adalah segera hentikan kendaraan dan cari tempat aman. Setelah itu, matikan sistem kelistrikan dan keluar secepatnya dari mobil bareng semua penumpang. Jangan pikirin barang-barang, fokus utama adalah nyelametin diri.
"Tinggalkan kendaraan secepat mungkin," tegas Yannes, dilansir dari ANTARA.
Kalau udah keluar dari mobil, jangan cuma berdiri di pinggir jalan, Gen. Kamu harus menjauh minimal 15 meter dari kendaraan. Soalnya, mobil listrik bisa melepaskan zat beracun kayak karbon monoksida, hidrogen sianida, dan senyawa logam berat lainnya dari baterai jenis LFP atau NMC yang bisa bikin gangguan pernapasan parah.
Yang lebih ngeri lagi, ada risiko thermal runaway, yaitu kondisi saat suhu di dalam sel baterai naik terus tanpa bisa dikendalikan. Ini yang bisa bikin api makin besar atau bahkan meledak meski awalnya kelihatan udah padam.
Setelah menjauh dan semua aman, jangan tunda buat hubungi pemadam kebakaran. Jangan lupa kasih tahu kalau ini kasus kebakaran mobil listrik, biar petugas tahu harus pakai prosedur khusus yang beda dari mobil biasa.
Terus, kalau kamu kepikiran buat jadi pahlawan dadakan dan matiin api sendiri, stop dulu deh. Air bukan solusi buat kebakaran EV, malah bisa bikin kesetrum. Kamu bisa sedia alat pemadam api (APAR) khusus EV, walau harganya nggak murah. Tapi menurut Yannes, ini bisa jadi solusi buat perlambat api di fase awal, dan kasih waktu buat evakuasi.
"Harga APAR khusus mobil listrik lumayan mahal tapi sebanding dengan manfaatnya," jelasnya.
Nah, Gen, kalau kamu salah satu pengguna EV atau lagi berencana punya mobil listrik, pastikan kamu tahu skenario terburuk dan cara menghadapinya. Bukan buat nakut-nakutin, tapi biar kamu tetap waspada dan bisa bertindak cepat kalau situasi darurat benar-benar kejadian.
Ingat, teknologi secanggih apa pun tetap butuh kesiapan dari penggunanya. Safety first, always!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!