Neymar Gagal Selamatkan Brasil, Tarian Sang Jogo Bonito Harus Berakhir di Hadapan Para Viking

Neymar Gagal Selamatkan Brasil, Tarian Sang Jogo Bonito Harus Berakhir di Hadapan Para Viking
- (Dok. The Athletic).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Mimpi Neymar mengakhiri karier Piala Dunia dengan trofi juara harus pupus. Langkah Brasil terhenti di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah takluk 1-2 dari Norwegia, Senin (6/7), sekaligus mengakhiri perjalanan sang megabintang di turnamen yang disebutnya sebagai "Last Dance".

Neymar baru dimainkan pelatih Carlo Ancelotti pada menit ke-68 saat Brasil masih bermain imbang tanpa gol. Kehadirannya diharapkan mampu menambah kreativitas serangan Selecao yang kesulitan membongkar pertahanan disiplin Norwegia.

Namun, justru Norwegia yang memecahkan kebuntuan. Pada menit ke-80, Andreas Schjelderup mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Erling Haaland untuk membawa tim berjuluk Para Viking unggul 1-0.

Sepuluh menit kemudian, Haaland kembali menjadi mimpi buruk Brasil. Penyerang Manchester City itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang meluncur ke sudut bawah gawang Alisson dan mengubah skor menjadi 2-0.

Brasil baru mampu membalas pada masa injury time setelah mendapat hadiah penalti. Neymar yang maju sebagai algojo sukses mengecoh Orjan Nyland pada menit ke-90+10 untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Sesaat setelah mencetak gol, ia sempat terlibat adu mulut dengan Nyland, tetapi kiper Norwegia hanya membalas dengan senyum.

Gol tersebut menjadi sentuhan terakhir Neymar di Piala Dunia. Tak lama berselang, wasit meniup peluit panjang yang memastikan Brasil tersingkir di babak 16 besar. Hasil itu menjadi eliminasi paling awal Selecao di Piala Dunia sejak edisi 1990.

Kekalahan itu sekaligus menutup perjalanan Neymar di panggung Piala Dunia. Sebelum turnamen dimulai, penyerang berusia 34 tahun tersebut telah mengisyaratkan bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi penampilan terakhirnya bersama tim nasional Brasil. Turnamen ini menjadi kesempatan terakhirnya mengejar trofi yang belum pernah berhasil diraih sepanjang karier internasionalnya.

Selama membela Brasil, Neymar menjelma menjadi salah satu ikon terbesar sepak bola negaranya. Ia memegang status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah timnas Brasil dan menjadi wajah utama generasi "Jogo Bonito" selama lebih dari satu dekade. Namun, seperti pada edisi-edisi sebelumnya, trofi Piala Dunia kembali gagal diraih.

Di sisi lain, Norwegia justru mencatat sejarah. Dua gol Haaland membawa negaranya melaju ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya. Tambahan dua gol tersebut juga membuat Haaland menyamai koleksi tujuh gol milik Lionel Messi dan Kylian Mbappe dalam persaingan memperebutkan Sepatu Emas Piala Dunia 2026.

Bagi Neymar, peluit panjang di MetLife Stadium bukan sekadar akhir sebuah pertandingan. Momen itu menjadi penutup perjalanan panjangnya di panggung Piala Dunia, sekaligus menandai berakhirnya tarian sang "Jogo Bonito" bersama Brasil di turnamen sepak bola terbesar dunia.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE