5 Amalan Malam Nuzulul Quran 17 Ramadan Lengkap dengan Dalil Al-Quran dan Hadis

Malam Nuzulul Quran menjadi momen penting di bulan Ramadan karena menandai turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Berikut amalan yang dianjurkan untuk menghidupkan malam penuh kemuliaan tersebut.

5 Amalan Malam Nuzulul Quran 17 Ramadan Lengkap dengan Dalil Al-Quran dan Hadis
Ilustrasi Al-Quran. - (Dok. freepik).

JAKARTA, GENVOICE.ID- Salah satu momen paling bernilai di bulan Ramadan adalah malam Nuzulul Qur'an. Untuk pertama kalinya Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup bagi seluruh umat manusia pada malam istimewa ini.

Di malam yang penuh kemuliaan ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan berbagai amalan ibadah. Beberapa di antaranya seperti membaca Al-Qur'an, memperbanyak salat malam, serta memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Dalam buku Fikih Akbar: Prinsip-Prinsip Teologis Islam Rahmatan Lil 'Alamin karya Dr. H. Hamim Ilyas dijelaskan bahwa secara bahasa kata "nuzul" berarti turun. Dengan demikian, Nuzulul Qur'an merujuk pada peristiwa turunnya Al-Qur'an. Peristiwa tersebut berkaitan dengan wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW di Gua Hira melalui perantara Malaikat Jibril.

Sebagian besar ulama berpendapat bahwa peristiwa turunnya wahyu pertama ini terjadi pada tanggal 17 Ramadan. Meski begitu, terdapat pula pandangan lain yang menghubungkannya dengan malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.

Dalil tentang Turunnya Al-Qur'an

Al-Qur'an secara jelas menyebutkan bahwa kitab suci tersebut diturunkan pada bulan Ramadan. Hal ini tercantum dalam firman Allah SWT pada surah Al-Baqarah ayat 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Selain itu, Allah SWT juga berfirman dalam surah Al-Qadr ayat 1:

إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْرِ

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan."

Para ulama menjelaskan bahwa Al-Qur'an pertama kali diturunkan secara keseluruhan dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul 'Izzah di langit dunia pada malam Lailatul Qadar. Setelah itu, wahyu diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama kurang lebih 23 tahun.

Ibadah Khusus pada Malam 17 Ramadan

Perlu diketahui bahwa tidak terdapat dalil sahih yang menetapkan ibadah khusus dengan tata cara tertentu pada malam 17 Ramadan. Tidak ada riwayat yang menyebutkan adanya salat atau doa khusus yang diwajibkan pada malam tersebut.

Namun demikian, karena malam Nuzulul Qur'an terjadi di bulan Ramadan yang penuh keberkahan, umat Islam tetap dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.

Amalan yang Dianjurkan pada Malam Nuzulul Qur'an

1. Memperbanyak Membaca Al-Qur'an
Karena malam ini berkaitan dengan turunnya Al-Qur'an, maka amalan utama yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak tilawah serta memahami maknanya.

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menjelaskan bahwa pada malam Nuzulul Qur'an, Malaikat Jibril memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk membaca Al-Qur'an serta menjelaskan hukum-hukum syariat Islam.

ا جبريل عليه السلام، وأمره بقراءة القرآن بمختلف الأقراء، وأخبره بتفسير الشريعة الإسلامية

Artinya: "Telah datang dari beberapa sahabat kami bahwa pada malam Nuzulul Quran turunlah Jibril as ke hadapan Nabi SAW dan beliau memerintahkan beliau membaca Alquran dengan berbagai macam bacaannya dan menunjukkan cara membacanya dengan baik, serta memberikan penjelasan tentang hukum-hukum syariat Islam.

2. Qiyamul Lail (Salat Malam)
Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Salat malam di bulan Ramadan mencakup salat tarawih, witir, dan tahajud yang dapat dikerjakan untuk meningkatkan ketakwaan.

3. Memperbanyak Doa
Malam Ramadan merupakan waktu yang sangat baik untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:
"Ada tiga golongan yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi." (HR. Tirmidzi).

4. Muhasabah dan Taubat
Turunnya Al-Qur'an menjadi bukti kasih sayang Allah kepada manusia. Oleh karena itu, malam Nuzulul Qur'an dapat dijadikan momentum untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaiki hubungan dengan Al-Qur'an.

Allah SWT berfirman dalam surah An-Nisa ayat 82:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلْقُرْءَانَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ ٱللَّهِ لَوَجَدُوا۟ فِيهِ ٱخْتِلَٰفًا كَثِيرًا

Artinya: Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.

5. Memperbanyak Sedekah
Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan, terlebih lagi ketika bulan Ramadan.

Ibnu Abbas RA berkata:
"Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadan." (HR. Bukhari).

Karena itu, malam Nuzulul Qur'an juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan amal sedekah sebagai bentuk rasa syukur atas turunnya petunjuk Allah SWT bagi umat manusia.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE