Pionir AI Ramal Revolusi Baru Teknologi dalam 5 Tahun Kedepan

N
Nayla Shabrina
Penulis
Techno
Pionir AI Ramal Revolusi Baru Teknologi dalam 5 Tahun Kedepan
- (Dok. BBC).

JAKARTA, Genvoice.id - Salah seorang pionir kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), Yann LeCun, memprediksi bahwa dunia bakal menyaksikan revolusi teknologi baru dalam lima tahun ke depan.

Menurutnya, sistem AI saat ini masih terlalu terbatas untuk menciptakan robot domestik yang benar-benar pintar atau mobil otonom yang sepenuhnya otomatis. LeCun, yang kini menjabat sebagai Chief AI Scientist di Meta, mengatakan bahwa AI saat ini unggul dalam memanipulasi bahasa, contohnya ChatGPT, tapi masih jauh dari memahami dunia fisik.

"Masih banyak tantangan ilmiah dan teknologi yang akan dihadapi, dan sangat mungkin akan terjadi revolusi AI lagi dalam tiga hingga lima tahun ke depan karena keterbatasan sistem saat ini," kata LeCun, dikutip dari The Guardian pada Selasa, (4/2).

"Kita belum berbicara tentang menyamai level manusia. Jika kita mendapatkan sistem yang secerdas kucing atau tikus, itu akan menjadi sebuah kemenangan," tambahnya.

iklan gulaku

Saat ini, LeCun tengah mengembangkan sistem AI yang bisa memahami realitas fisik dengan membentuk model yang mampu memprediksi cara dunia bekerja.

LeCun menyampaikan hal ini setelah dirinya bersama enam insinyur lain menerima Queen Elizabeth Prize for Engineering (QEPrize) 2025, penghargaan senilai £500.000 yang diberikan atas kontribusi mereka dalam machine learning, pilar utama dari AI modern.

Di sisi lain, Yoshua Bengio, sesama pemenang QEPrize dan juga dikenal sebagai salah satu godfather of AI, menekankan pentingnya pengembangan AI yang lebih aman.

"Saya ingin melihat para pemimpin dunia ini lebih memahami besarnya apa yang kita lakukan, baik dalam hal kekuatan yang kita ciptakan, yang bisa baik atau berbahaya, dan risiko yang menyertai kekuatan itu," ujar Bengio pada kesempatan yang sama.

Perlu diketahui, pembelajaran mesin merupakan proses inti dalam pengembangan AI. Alih-alih menerima instruksi secara langsung, komputer 'belajar' dengan menganalisis data dan kemudian membuat keputusan atau prediksi yang tepat - seperti apa yang akan terjadi selanjutnya dalam rangkaian kata.

  • Tag:
  • Elon Musk
  • Sosial Media

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today
Contraflow Tol Japek Arah Jakarta Dihentikan Gegara Hal Ini
Rivaldi Dani Rahmadi